Karangasem Diberi Kuota Ratusan Formasi Guru PPPK

KEPALA Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Wayan Sutrisna. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga pengajar di Karangasem sebanyak 727. Dari kuota Kementerian Pendayagunaan ASN itu, hampir 50 persen merupakan guru kelas, sedangkan sisanya yakni guru mata pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengaku jatah PPPK yang diberikan tahun 2023 sesuai hasil kajian yang. “Sekitar 300 formasi diperuntukan ke guru kelas, sedangkan sisanya untuk guru mata pelajaran,” ungkap Sutrisna, Kamis (17/8/2023).

Read More

Sutrisna menjelaskan, tenaga pendidik yang terdaftar di Dapodik hanya 512 orang. Artinya, pegawai yang terdaftar di Dapodik berpotensi merebutkan kuota PPPK. Dia berharap pegawai yang terdaftar Dapodik bisa lulus.

Untuk kekurangannya kemungkinan diisi dari luar Karangasem. “Lulusan PPG yang terdaftar di data Kemendikbud Ristek diperbolehkan mendaftar. Ini sesuai aturan yang telah ditentukan,” tambah Sutrisna.

Untuk pelaksanaan rekrutmen yang sudah dianggarkan itu, sebutnya, masih menunggu petunjuk teknis dari pusat. Pengadaan proses pendaftaran diperkirakan dibuka dari 17 September sampai 3 Oktober 2023, seleksi administrasi dilakukan dari 17 September hingga 5 Oktober 2023, dilanjutkan masa sanggah, dan pengumuman.

“Sekarang kami masih tunggu petunjuk pelaksana dan teknis, setelah itu keluar baru tahapan dilaksanakan. Untuk jadwal pendaftaran, pengumuman, pelaksanaan seleksi kompetensi sampai hingga kelulusan ditentukan pusat,” tegasnya.

Dia menuturkan, Kabupaten Karangasem sedang kekurangan tenaga pengajar sebanyak 1.000 orang lebih karena banyak guru pensiun. Sementara rekrutmen tenaga pengajar, baik pegawai negeri sipil (PNS) dan PPPK, relatif sedikit. Guru SD masih kekurangan 475 orang, guru SMP hampir 600 orang.

“Kami banyak kekurangan tenaga pengajar. Untung ada beberapa pensiunan guru bersedia jadi relawan mengajar seperti di Seraya, dan Kecamatan Abang. Bersangkutan mengajar murni karena ingin mengembangkan daerahnya. Semoga semakin banyak (yang mau jadi relawan),” harap Sutrisna. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.