BANGLI – Sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan, Bupati Bangli, I Made Gianyar, menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan hari gugurnya pahlawan Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita yang dilaksanakan setiap tanggal 20 November, di Tugu Pahlawan Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli. Upacara diikuti anggota Forkompinda Bangli, OPD di Pemkab Bangli, TNI/Polri, dan anggota PPM Bangli, Jumat (20/11/2020).
Bupati Made Gianyar dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari gugurnya Kapten Anak Agung Gede Anom Mudita dapat dijadikan sebagai refleksi tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan. Tentunya dengan terus bekerja dan berkarya mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera, sebagai cita-cita perjuangan bangsa. “Nilai kepahlawanan sejatinya tidak akan pernah usang dimakan zaman, karena pada setiap waktu dapat dijadikan pedoman dan direvitalisasi dari generasi ke generasi sesuai perkembangan zaman,” urainya.
Dia berharap kepada generasi muda agar nilai-nilai kejuangan kepahlawanan keteladanan tersebut menjadi api semangat untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan. Kita semua diantarkan sampai ujung jembatan emas kemerdekaan, dan sekarang mengisi kemerdekaan itu. “Kita bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan dan tentunya bagi nusa dan bangsa,” pesannya.
Pekerjaan rumah yang masih belum dia tunaikan yakni harapan masyarakat Bangli dan keluarga Anak Agung Anom Mudita untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Sejauh ini proses administrasi telah dilalui, nanti itu agar ditindaklanjuti sesuai syarat-syarat penetapan sebagai Pahlawan Nasional. “OPS teknis harus menyiapkannya,” seru politisi yang sebentar lagi purnatugas tersebut.
Peringatan diakhiri dengan tabur bunga oleh Bupati yang diikuti anggota Forkompinda dan OPD, serta dilanjutkan dengan penyerahan 75 paket sembako kepada para veteran di Bangli. 028
























