Kamis Ini, Pasar Banyuasri Dibuka

  • Whatsapp
PASAR Banyuasri resmi dibuka Kamis (18/3/2021) ini. foto: rik

BULELENG – Pasar Banyuasri, Buleleng, Bali resmi dibuka Kamis (18/3/2021) ini. Dijadwalkan para pedagang pasar sudah selesai direlokasi dan sudah menempati kiosnya masing-masing. Setelah itu, pada 30 Maret bertepatan HUT ke-417 Kota Singaraja, Pasar Banyuasri akan diresmikan.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, berkata, sebelum ditetapkan tanggal pembukaan Pasar Banyuasri, seluruh pihak yang terlibat sudah melalui proses panjang. ‘’Sebagai orang Bali kan harus menggunakan hari baik, dan hari baik itu ada pada tanggal 18 Maret,’’ kata Suradnyana.

Bacaan Lainnya

Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng selaku pengelola Pasar Banyuasri kini telah melakukan simulasi penempatan pedagang pasar. Tarif pedagang pun sudah ditetapkan. Untuk tarif, ruko di Jalan Ahmad Yani sebesar Rp25 ribu, di terminal dan Jalan Lingga Rp20 ribu, di Jalan Samudra Rp15 ribu, Los di dalam Rp5 ribu, Kios Rp7 ribu, pasar tumpah Rp7 ribu.

Bentuk tindaklanjutnya, pada Rabu (17/3/2021), Pemkab Buleleng kini menjalin kerja sama pemanfaatan aset dengan Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Bupati Agus Suradnyana selaku pihak pertama dengan Direktur Utama (Dirut) Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana selaku pihak kedua.

Baca juga :  Ketum PP PBSI Periode 2020-2024 Dituntut Atasi Ketimpangan Pembinaan di Daerah

Adapun poin penting dalam kerja sama itu, yakni Pemkab Buleleng berhak untuk menerima kontribusi tetap dan pembagian keuntungan tanah dan bangunan pasar Banyuasri dari PD Pasar. PD Pasar juga memiliki kewajiban membayar kontribusi tetap dan pembagian keuntungan secara tunai sebelum perjanjian ini mulai ditandatangani.

Sebelum proses penandatanganan kerja sama ini dilakukan, PD Pasar membayarkan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan sesuai perjanjian tersebut sebesar Rp250 juta. Uang itu langsung dikirimkan ke kas daerah.

‘’Seluruh pihak harus benar-benar memperhatikan unsur yuridis di dalamnya, agar tidak ada masalah di kemudian hari. Pihak Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng untuk hati-hati dalam setiap proses agar tidak ada ada kesan KKN,’’ jelas Suradnyana.

Proses penyusunan skema pengelolaan pasar ini atas dasar rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sehingga, perlu proses yang panjang agar ke depan tidak terjadi permasalahan, dalam pengelolaannya.

Dirut Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana menjelaskan, pada 18 Maret tersebut akan ada pengundian dari zonasi yang ada yakni, los basah dan los kering. Los basah juga ada zonasi lagi, yakni ada khusus pedagang ikan, daging, dan sayur.

Begitu juga dengan pedagang ikan, akan dilaksanakan pengundian diantara pedagang ikan termasuk pedagang yang lainnya. ‘’Usaha kecil ini harus diakomodir. Kami sudah sediakan tempatnya. Dimana jumlah pedagang musiman secara keseluruhan itu ada sekitar 488,’’ pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.