Jual Narkoba, Oknum Kadus di Karangasem Diringkus

ILUSTRASI narkoba. foto: ist

KARANGASEM – Jadi perantara narkoba, oknum Kepala Dusun berinisial Putu EAN (30) diringkus jajaran Satuan Resnarkoba Polres Karangasem, Senin (21/3/2022) lalu di rumahnya di wilayah Banjar Dinas Tigaron Kangin, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Kasat Reserse Narkoba Polres Karangasem, AKP I Dewa Gede Oka, Minggu (27/3/2022) membenarkan adanya penangkapan tersebut. Dia memaparkan, oknum kadus itu berawal dari ditangkapnya Made AS alias Acil (19) asal Bunutan, Abang, Karangasem. Acil dibekuk di depan angkringan di kawasan Jalan Raya Ahmad Yani pada Senin (21/3/2022) sore.

Bacaan Lainnya

Dari tangan Acil, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu yang disimpan dalam saku celana. Setelah diinterogasi, Acil mengakui barang tersebut miliknya yang dibeli dari Putu EAN di wilayah Kecamatan Kubu.

Atas informasi tersebut, Tim Opsnal Resnarkoba menyelidiki, dan pada hari yang sama menangkap Putu EAN yang sedang berada di rumahnya. “Saat dilakukan di interogasi, dia membenarkan telah menjual satu paket narkotika jenis sabu kepada Acil,” tegas Dewa Oka.

Dari keterangan Putu EAN, dikorek informasi narkoba jenis sabu-sabu yang dijual itu diperoleh dengan membeli dari I Nengah DS (47). Kemudian giliran Nengah DS yang dibekuk tanpa perlawanan di rumahnya yang juga berada di kawasan Banjar Dinas Tigaron Kangin, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu.

Baca juga :  Libur Lebaran, Sirkuit Mandalika Jadi Favorit Wisatawan

Dari penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan dua paket sabu-sabu yang ditempel di depan rumah. Sembilan paket sabu-sabu lainnya ditemukan ditanam di samping kandang babi di belakang rumahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini ketiga tersangka ditahan di Polres Karangasem untuk proses penyidikan lebih lanjut. Selain paket sabu-sabu, polisi juga menyita barang bukti dua sepeda motor, uang tunai Rp950 ribu hasil menjual sabu, tiga ponsel, bong (alat isap sabu), buku rekening dan kartu ATM.

Ketut DS dan Putu EAN disangkakan pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Sementara Acil disangkakan pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.