Jelang Pendaftaran, Paslon Pilkada Jangan Sampai Terjangkit Corona

  • Whatsapp
I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: Ist
I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: Ist

DENPASAR – Pintu pendaftaran pasangan calon (paslon) Pilkada 2020 mulai dibuka pada 4-6 September mendatang. Para paslon diingatkan untuk menjaga Kesehatan di tengah kondisi pandemic Corona ini. Sebab, jika ada paslon terjangkit Corona, tahapan selanjutnya juga bisa terdampak. Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, mengutarakan hal itu, Selasa (18/8/2020).

Menurutnya, karena transmisi lokal di Bali masih terjadi, dia mengingatkan paslon tetap waspada. Apalagi jika misalnya ada kandidat yang sosialisasi atau menemui calon pemilih di lapangan, mereka diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan. “Intinya saya mengimbau paslon agar menjaga kesehatan menjelang pendaftaran. Usai pendaftaran maka tanggal 7 September tes kesehatan, termasuk tes usap Corona. Kalau ada masalah kesehatan, itu akan berefek kepada tahapan berikutnya,” cetus Lidartawan.

Baca juga :  Nakes Terpapar Covid-19, Sejumlah Poli RSUD Sanjiwani dan Dua Puskesmas Ditutup

Tahapan dimaksud yakni yang terutama adalah berkurangnya masa kampanye yang dapat digunakan. Alasannya, jika ada paslon positif Corona, maka dia wajib diisolir selama 14 hari. Itu berarti dia tidak bisa mengikuti proses selanjutnya untuk sementara, di sisi lain kubu lawan yang sehat bisa menggunakan peluang yang ada dengan lebih efektif. Untuk itu, Lidartawan mengimbau sementara agar mengurangi aktivitas luar ruangan.

Disinggung apakah para paslon bisa melakukan tes usap secara mandiri, dia berkata hal itu justru bagus. Namun, KPU tidak dalam posisi mewajibkan hal itu. Yang pasti, jika hasil tes usap saat pemeriksaan paslon dilakukan ada yang positif, maka kandidat itu akan dikarantina. “Tahapan bisa berlanjut kalau hasil tes usapnya negatif,” tandasnya.

Baca juga :  Mohammad Nuh Ajak Pers Jalankan Kontrol Sosial

Di kesempatan terpisah, Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, menyebut jajarannya menyiapkan Help Desk (meja bantuan) pencalonan di kantor. Unit ini sebagai medium memperoleh informasi tentang pencalonan, meliputi syarat calon dan pencalonan, tempat dan waktu pendaftaran paslon Pilkada Denpasar 2020. Dia menyebut yang perlu disiapkan sejak dini oleh bakal paslon, yakni syarat yang berhubungan dengan keterangan tidak sedang dilanda kepailitan yang mesti diurus di Pengadilan Negeri Niaga Surabaya. Kemudian laporan LHKPN, dan persiapan pemeriksaan kesehatan karena calon wajib memastikan diri bebas Covid-19 alias Corona.

“Juknis KPU RI terkait pencalonan saat ini sedang disusun. Termasuk teknis pemeriksaan Covid-19 apakah menjadi bagian dari parameter pemeriksaan, atau menjadi syarat calon saat mendaftar?” ulasnya.

Baca juga :  Dirjen Bina Bangda Kemendagri Puji Kerja Cepat Bali Selesaikan Perda RZWP3K

Senada dengan Lidartawan, dia menilai jika ada calon terjangkit atau terindikasi terpapar Corona sebelum mendaftar atau pada saat pemeriksaan kesehatan oleh KPU, ini menjadi perhatian besar. Singkat kata, kondisi itu berpotensi mengganggu tahapan, terutama menyempitnya ruang berkampanye karena mesti menjalani perawatan dan isolasi selama 14 hari.

“Meja Bantuan pencalonan dibuka sampai dengan 6 September 2020, dengan jam kerja pukul 09.00-16.00 Wita. Untuk pendaftaran paslon, 4-5 September itu pukul 08.00-16.00. Sementara 6 September itu pukul 08.00 sampai 24.00,” ujarnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.