Ini Guna Kader Pengawas Partisipatif di Pemilu Menurut Bawaslu

  • Whatsapp
PARA komisioner Bawaslu Bali saat pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Bawaslu Bali, Sabtu (2/5/2020). Foto: Ist
PARA komisioner Bawaslu Bali saat pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Bawaslu Bali, Sabtu (2/5/2020). Foto: Ist

DENPASAR – Baik dan buruknya kualitas pemilu turut disumbang dari sejauh mana pengawasan proses elektoral dijalankan. Makin banyak pihak yang terlibat secara partisipatif, makin luas pula jangkauan Bawaslu dalam fungsinya melakukan pengawasan. “Dengan adanya kader pengawas partisipatif ini, berarti akan lebih banyak muncul aktor yang menjadi mata dan telinga bagi Bawaslu dalam melakukan pengawasan,” kata Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, usai meluncurkan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring di Bawaslu Bali, Sabtu (2/5/2020).

SKPP daring, sebutnya, dijalankan agar masyarakat umum dapat berkontribusi dalam mengawal proses demokrasi di Bali secara partisipatif. Selain itu, mereka juga ikut secara langsung menjadi bagian dalam struktur organisasi Bawaslu sebagai penjaga demokrasi. Melihat signifikansi pengawasan pemilu itu, dia minta peserta SKPP daring agar mengikuti pembelajaran dengan serius sampai tuntas. “Saya berharap Anda mengikuti sampai tuntas, sehingga tahu seluk beluk kepemiluan itu seperti apa,” pesan satu-satunya perempuan komisioner Bawaslu Bali itu.

Bacaan Lainnya

Disinggung tentang SKPP Daring, Ariyani menyebut peserta  sebanyak 53 orang dari delapan kabupaten/kota di Bali, minus Kabupaten Bangli. Mereka berasal dari berbagai kalangan, terutama dari kelompok milenial. Berhubung saat ini ada distansi sosial dan distansi fisik, sambungnya, para peserta yang dikukuhkan tersebut mengikuti kegiatan dari rumah masing-masing. Selain Ariyani, dalam peluncuran itu juga hadir komisioner Bawaslu Bali lain yakni I Wayan Wirka, I Ketut Rudia, serta Kepala Sekretariat IB Putu Adinatha. Satu komisioner Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, tidak bisa hadir, dan mengikuti secara daring dari Karangasem.

Baca juga :  Wujudkan Perubahan Kota Denpasar, Amerta Lakukan Digitalisasi Cegah Kebocoran PAD

Kabag TP3 Bawaslu Bali, Ni Luh Putu Supri Cahyani, melaporkan, SKPP Daring dilaksanakan selama tiga bulan dari April sampai dengan Juni 2020. Kegiatan ini, cetusnya, dimulai dari tahapan pendaftaran calon peserta, seleksi peserta, pembukaan kegiatan, pemberian materi melalui audio visual, diskusi lewat web dan ujian peserta. Semula ada 54 orang mendaftar, tapi setelah proses verifikasi ada satu orang dinyatakan tidak memenuhi syarat. “Setelah dikukuhkan, peserta ini akan mengikuti pembelajaran secara daring dengan materi berbagai ilmu soal kepemiluan dari komisioner Bawaslu RI, komisioner Bawaslu Bali, dan Pojka Esternal SKPP Daring,” urainya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.