SAAT Rakernas BAPOMI, tim panitia menyampaikan bahwa Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVII) pada 17-26 November 2022 di Padang, Sumatera Barat, yang mempertandingkan 14 cabang olahraga (cabor).
Ke-14 Cabor tersebut, yakni Atletik, Renang, Bulutungkis, Tenis, Taekwondo, Pencak Silat, Karate, Tarung Derajat, Bola Basket, Bola Voli, Futsal, Sepaktakraw, Petanque dan Panjat Tebing.
Sementara, peserta (atlet) yang boleh ikut tentunya adalah mahasiswa aktif dan terdaftar pada semester ganjil 2022-2023 di pangkalan data pusat, forlap.ristekdikti.go.id.
Usia peserta maksimum 23 tahun, kelahiran maksimum 31 Desember 1999. Cabang olahraga (Cabor) individu minimal diikuti 6 peserta dari 6 provinsi. Cabang olahraga beregu atau tim minimal diikuti 6 tim dari 6 provinsi.
Untuk pendaftaran akan dilakukan beberapa tahap. 1) Entry by sport. Pendaftaran cabor yang akan diikuti beserta jumlah atlet dan official pada 5 Juli hingga 5 Agustus.
Kemudian, 2) Entry by number. Pendaftaran nomor pertandingan termasuk jumlah peserta atlet dan official pada 8 Agustus-9 September. 3) Entry by name. Pendaftaran nama atlet dan official cabor, 14 September-14 Oktober. 4) Registrasi delegasi. Verifikasi dan penyerahan ID card pada perwakilan kontingen pada 14-16 November 2022.
Sebagaimana diketahui, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendukung dan menyambut baik pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVII di Sumatera Barat tahun 2022 mendatang.
Dukungan itu diberikan saat Ketua Umum BAPOMI Sumatera Barat Drs. Hendra Syarifuddin, M.Si, Ph.D.menemui Sekretaris Kemenpora Dr. Jonni Mardizal, akhir Desember 2021 lalu di Kemenpora Jakarta.
Kemenpora, sebut Wakil Rektor III Universitas Negeri Padang (UNP) ini, berharap pelaksanaan POMNas di Sumbar berjalan lancar dan menghasilkan atlet nasional yang berprestasi dan bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah regional dan internasional.
Road to Olimpiade
Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyampaikan bahwa kejuaraan di bidang olahraga tidak bisa dipandang sebelah mata. Prestasi olahraga tidak hanya sebagai prestasi non-akademik, tetapi juga menjadi bagian dari prestasi akademik. Dengan kompetisi olahraga antar mahasiswa, diharapkan menjadi penguatan bakat-bakat olahraga di perguruan tinggi.
“Sebagaimana harapan presiden, menpora dan harapan kita semua, bagaimana olahraga ini menjadi budaya hidup sehat di masyarakat,” ujarnya.
“Dengan begitu talenta olahraga bisa muncul dan tumbuh dengan baik, lalu ditambah DBON yang sekarang di UNESA mulai seleksi. Saya percaya, target prestasi olimpiade nanti bisa kita capai. Paling penting olahraga harus dijaga bersama-sama,” tambahnya.
Saat ini, kata Cak Hasan, Kemenpora memberikan amanah kepada UNESA untuk membina 150 atlet sebagai persiapan menuju olimpiade pada 2032 nanti. Cabang olahraga yang dibina UNESA di antaranya yaitu renang, atletik, dan panahan.
“Semoga teman-teman BAPOMI diberikan kemudahan dan POMNas nanti bisa berjalan sesuai harapan. Dari situ, lahir atlet-atlet berbakat dan berprestasi yang nantinya bisa beradu kebolehan di kompetisi tingkat dunia,” harapnya. yes























