DENPASAR – Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Bali menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas persiapan menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVII/2022 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Rakor yang digelar di Aula Pascasarjana Kampus Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Selasa (19/7/2022) dihadiri para Wakil Rektor/Puket/Direktur Bidang Kemahasiswaan PTN/PTS se-Bali.
Ketua Panitia Pelaksana Dr. Drs. IB Candrawan, MAG menyampaikan, sesuai hasil sidang pleno Rakernas Pengurus Pusat (PP) BAPOMI Tahun 2022 pada Kamis (14/7/2022) di Surabaya menetapkan POMNas XVII di Padang dilaksanakan secara luring mulai 17 hinga 26 November 2022.
PP BAPOMI juga menyusun perubahan peraturan POMNas terkait cabang olahraga wajib yang disesuaikan dengan Universiade, ASEAN University Games dan Cabang Olahraga Unggulan Olimpiade pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Rakor juga membahas seleksi penentuan calon atlet yang nantinya akan mewakili kontingen BAPOMI Bali pada ajang POMNas XVII yang mempertandingkan 14 cabang olahraga (cabor).
Diharapkan PTN/PTS se-Bali mengirimkan para calon atlet terbaiknya untuk diseleksi. Sementara pihak Unud sendiri, sudah mempersiapkan 40 atlet dari 14 Cabor untuk diseleksi.
Wakil Rektor Unud Bidang Kemahasiswaan Prof. Ngakan Putu Gede Suardana yang jugai Ketua Umum BAPOMI Bali mengatakan, POMNas merupakan ajang bergensi, hendaknya digunakan sebagai pemicu kemunculan atlet-atlet berprestasi, baik pada bidang minat bakat, seni dan penalaran demi meningkatkan dan mengembangkan minat dan bakat olahraga mahasiswa.
Dorong Mahasiswa Berprestasi
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Kamis (14/07/2022) dihadiri seluruh jajaran BAPOMI pusat hingga daerah itu membahas berbagai program termasuk persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVII di Padang, Sumatera Barat.
Ketua Pengurus Pusat BAPOMI Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T., menyatakan bahwa kaitannya dengan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa harus terus didorong untuk memiliki prestasi baik akademik maupun non-akademik.
“MBKM memiliki beberapa program yang dapat disesuaikan dengan minat dan kemampuan mahasiswa. Arahnya agar mahasiswa mempelajari, menekuni dan mendalami bidang peminatan mereka yang nantinya diharapkan bisa berbuah prestasi,” ujarnya.
Guru besar yang sekaligus sebagai Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan itu melanjutkan, kegiatan di dalam maupun di luar kampus termasuk kompetisi olahraga (POMNas) harus menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.
“Jika ada mahasiswa yang menorehkan prestasi bidang olahraga, itu merupakan dampak atau output dari suatu proses pembelajaran. Jangan sampai di prestasi saja, tetapi harus lebih jauh bagaimana mahasiswa dapat bersungguh-sungguh bisa belajar, berinteraksi dengan teman-teman atletnya. Atlet sebenarnya punya peran di atas lapangan pun di luar lapangan sebagai duta kesadaran olahraga,” bebernya.
Proses interaksi inilah, lanjutnya, bisa membangun pendidikan karakter yang sekarang ini sedang dikembangkan melalui MBKM. Menurutnya, generasi yang dibutuhkan di masa depan adalah generasi yang tidak hanya memiliki hard skill, tetapi punya punya soft skill. yes























