Ingin Fokus Tangani Tim Pra-PON Bali, Perseden Gagal Pinang Pelatih Pasek Wijaya

PELATIH I Made Pasek Wijaya saat memimpin latihan tim Pra-PON Bali di Lapangan Bali United Training Centre (BUTC) Gianyar. foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Askot PSSI Denpasar sudah memutuskan manajer tim Perseden Denpasar untuk menghadapi Liga Nusantara (Liga 3) musim 2026-2027 ini. Namun sejauh ini, belum mendapat pelatih yang pas untuk menanangani tim berjuluk Laskar Catur Muka itu.

Hal itu dibenarkan Ketua Umum Askot PSSI Denpasar, Anak Agung Putu Sudirka Yoga Semadi, saat dikonfrmasi posmerdeka.com. ”Untuk manajer tim Perseden adalah Pak Made Diatmika yang akan berduet dengan Gung Guntur (Anak Agung Alit Wartha),” ucap pria yang akrab disapa Ajung Civic, belum lama ini.

Read More

Terpisah, Made Diatmika membenarkan belum mendapat pelatih difinitif untuk menangani tim, karena masih tahap seleksi. ”Tadinya, kami ingin Pelatih Made Pasek Wijaya bersedia menangani tim Perseden. Tapi, dia tidak mau karena ingin fokus untuk tim pra-PON Bali,” ujarnya.

Mencari pelatih yang tepat, tambah Diatmika, memang gampang-gampang susah. Dia juga mengakui banyak pelatih yang ada di Bali. Tetapi mencari figur pelatih yang tepat, membutuhkan seleksi secara ketat dan tentunya harus mendapat persetujuan manajemen tim serta pengurus Askot. ”Kalau sudah dapat, pasti kami infokan ke media,” ujar Diatmika.

Saat dikonfirmasi, Made Pasek Wijaya memang mengakui menolak pinangan Perseden, karena alasan ia ingin fokus menangani tim Pra-PON Bali yang kini sudah berjalan. ”Jangan saya, kan masih ada cukup banyak pelatih di Bali yang memenuhi syarat menangani tim Liga 3,” kilah mantan penggawa Timnas era 90-an ini.

Apa ada alasan lain, seperti masalah bayaran yang ditawarkan Perseden terlalu kecil? ”Nggak…nggak ada masalah itu (finansial). Ini murni karena keinginan saya untuk fokus di Pra-PON. Apalagi dua kali berturut-turut pelaksanaan PON, Bali tidak pernah lolos yakni pada PON XX di Papua 2021 dan PON XXI Aceh-Sumut 2004,” kata coach Pasek Wijaya.

Pasek Wijaya juga misi pribadi, karena saat dirinya masih aktif jadi pemain, tidak bisa meloloskan tim Bali ke PON XII di Jakarta tahun1989. Bermain di kandang sendiri saat itu (Stadion Ngurah Rai), tim Bali yang diperkuat deratan pemain Timnas seperti Pasek Wijaya, Alexander Saununu dan kiper Listianto Raharjo menyerah 1-2 dari NTT yang akhirnya lolos ke PON XX.

Untuk itu, Pasek Wijaya bertekad membawa Bali lolos ke PON XXII di NTB-NTT pada tahun 2028. Sementara agenda Pra-PON atau babak kualifikasi PON 2028, belum dipastikan oleh PSSI Pusat. Tapi kemungkinan aka dilangsungkan tahun 2027. ”Jadi, persiapan sedini mungkin sudah dilakukan, sehingga saat BK-PON 2028, tim sudah siap,” pungkasnya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.