POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Tuan rumah Indonesia menempatkan 12 wakilnya di babak kedua (16 besar) BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2025. Sementara pemain asal Bali, Komang Ayu Cahya Dewi gagal melakukan revans atas Lin Hsiang Ti.
Komang harus angkat koper lebih cepat setelah pada babak pertama kalah dari wakil Taiwan Lin Hsiang Ti dua gim langsung 19-21, 10-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (4/6/2025).
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal gim pertama. Komang dan Lin saling berbagi angka, namun sejumlah kesalahan sendiri membuat Lin unggul dua poin dan merebut momentum.
Komang sempat bangkit dan unggul 11-10 pada interval pertama. Namun selepas jeda, Lin tampil lebih konsisten dan berhasil membalikkan keadaan. Meski Komang berusaha menyamakan kedudukan, wakil Taiwan itu terus menekan hingga menutup gim pertama dengan skor 21-19.
Memasuki gim kedua, pertarungan kembali berlangsung seimbang pada awal laga. Namun Komang kembali kesulitan mempertahankan ritme permainan. Lin memanfaatkan celah dengan mencetak empat poin beruntun dan unggul 11-7 pada interval.
Setelah jeda, tekanan dari Lin makin tak terbendung. Komang kehilangan delapan poin berturut-turut yang membuatnya tertinggal jauh. Lin akhirnya memastikan kemenangan gim kedua dengan skor 21-10.
Dengan hasil ini, harapan Indonesia pada sektor tunggal putri, tinggal pada Putri KW yang kemarin memastikan tiket babak kedua setelah lawan Malvika Bansod asal India mundur karena cedera saat skor 16-21, 15-16retired.
Putri selanjutnya menantang unggulan kedelapan asal Thailand Supanida Katethong yang menang atas wakil India Rakshitha Sree Santhosh Ramraj dengan 14-21, 21-15, 21-12.
12 Wakil
Total Indonesia menempatkan 12 wakilnya di babak 16 besar yang akan dimainkan Kamis (5/6/2025). Ke-12 wakil Merah Putih adalah dua wakil di sektor tunggal putra, Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Tunggal putri akan diwakili Putri Kusuma Wardani.
Kemudian di sektor ganda putra ada dua pasang yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian (depan) dan Muhammad Rian Ardianto. Di ganda putri Indonesia meloloskan 4 wakil yakni Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum, Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya dan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Sementara di sektor ganda campuran, tuan rumah menempatkan tiga wakilnya yakni Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Lanny/Fadia maju ke-16 besar setelah menyingkirkan pasangan Malaysia Go Pei Kee/Teoh Mei Xing melalui pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 21-16, 21-19 dalam waktu 69 menit.
“Kami masih adaptasi dengan kondisi lapangan yang tidak mudah. Anginnya kencang dan berubah-ubah, jadi dari awal harus banyak penyesuaian,” kata Fadia kepada pewarta setelah pertandingan.
Lanny/Fadia sempat kehilangan gim pertama karena banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun, mereka berhasil bangkit di gim kedua dan ketiga berkat peningkatan fokus dan pengambilan keputusan di poin-poin krusial.
“Gim kedua kami bisa lebih percaya diri karena menang angin, dan pada gim ketiga kami makin yakin setelah interval. Poin-poin akhir tadi kami coba lebih nekat,” ujar Fadia, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Kemenangan ini menjadi bekal penting bagi Fadia yang sebelumnya juga tampil di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah. Ia menyebut pergantian sektor tidak menjadi masalah karena sudah memahami tanggung jawab dan peran di masing-masing nomor.
“Dari pagi bermain di campuran, sore di ganda putri, tapi tidak ada kendala karena kami tahu tanggung jawabnya di tiap pertandingan,” kata Fadia yang bersama Dejan kalah dari pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewampran 18-21, 13-21.
Sementara itu, Lanny mengatakan mereka masih terus berproses untuk menemukan pola permainan yang cocok di level Super 1000. “Yang pasti kami harus kurangi mati sendiri dan tambah fokus. Lawan-lawan di sini sangat merata kekuatannya, jadi setiap pertandingan harus siap secara teknis dan mental,” ujar Lanny. yes
























