IGI Wilayah Bali Peduli Pendidikan dan Sosial, Guru Harus Berani Bertransformasi Hadapi Era 5.0

IGI Wilayah Bali bekerjasama dengan PT Taspen mengadakan baksos IGI Bali Peduli dengan menyalurkan 90 paket sembako kepada anak yatim atau piatu, masyarakat lanjut usia, serta guru dan tenaga pendidik honorer di Bali.
IGI Wilayah Bali bekerjasama dengan PT Taspen mengadakan baksos IGI Bali Peduli dengan menyalurkan 90 paket sembako kepada anak yatim atau piatu, masyarakat lanjut usia, serta guru dan tenaga pendidik honorer di Bali.

DENPASAR – Pendidikan saat ini berada di masa yang sangat penting, karena cepatnya perkembangan teknologi. Belum tuntas membicarakan tentang revolusi industri 4.0, sudah muncul society 5.0 (masyarakat 5.0). Karakteristik dari masyarakat 5.0 antara lain berpusat pada manusia, adanya keseimbangan antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial.

Demikian terungkap dalam webinar dan workshop parenting dengan tema “Merdeka Belajar untuk Generasi 5.0 Dalam Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-112’’ yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Bali. Webinar ini menggunakan live steraming @ChannelIGIBaliTV (http://s.id/IGIBaliTV), dengan pola in-training mulai 18-23 Mei 2020 dari pukul 09.30 sampai 11.30 Wita, dan pola on-training pada 24-25 Mei 2020.

Bacaan Lainnya

Pada kegiatan ini, IGI Wilayah Bali menggandeng narasumber Farrah Dina dari Yayasan Tangga Edukasi Indonesia (Tangga Edu). Lebih lanjut, Farah Dina mengungkapkan, untuk mempersiapkan generasi 5.0 maka materi pendidikan saat ini harus mencakup kesadaran global, menjadi inovatif dan kreatif, teknologi digital dan keterampilan interpersonal.

Pada webinar ini narasumber mengajak para orang tua dan guru mengenal orang-orang yang memiliki kreativitas yang tinggi, dipaparkan bahwa orang kreatif adalah orang tidak terjebak pada dua pilihan saja dan selalu mencari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah. Untuk berpikir kreatif maka anak harus senang atau bahagia di masa usia dini terlebih dahulu karena tertawa dan bertanya adalah kunci kreativitas, untuk menumbuhkan kreativitas dapat dilakukan dengan cara observasi detail, analisis dan berpikir alternatif.

Farrah Dina juga memaparkan bagaimana memanfaatkan buku cerita daring dan mendesain kegiatan.  Dikatakan bahwa intensitas membaca atau dibacakan buku mempengaruhi kecerdasan anak hingga dewasa. ‘’Keterampilan membaca merupakan keterampilan hidup, karena keterampilan membaca dan memahami bacaan melatih seseorang untuk berpikir kritis dan kreatif,’’ ungkapnya.

Sementara Ketua IGI Wilayah Bali, Wayan Suwirya, mengatakan, webinar masih berlangsung sampai Sabtu (23/5) yang akan dilanjutkan dengan kegiatan workshop. Sampai saat ini jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan webinar mencapai 544 orang dari seluruh Indonesia. Selain kegiatan webinar dan workshop, IGI Wilayah Bali juga mengadakan kegiatan baksos IGI Bali Peduli yang bekerjasama dengan PT Taspen menyalurkan bantuan berupa 90 paket sembako kepada anak yatim atau piatu, masyarakat lanjut usia, serta guru dan tenaga pendidik honorer di Bali. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses