Ibu Kota Negara Nusantara

MADE Nariana

Oleh Made Nariana

PRESIDEN Jokowi bersama DPR-RI sudah sepakat bahwa ibukota yang selama ini ada di Jakarta akan pindah ke Kalimantan Timur. DPR sudah mengesahkan UU ibukota baru itu. Hanya Partai Keadilan Sejahtra (PKS) yang menolak UU tersebut.

Bacaan Lainnya

PKS memang sejak Jokowi berkuasa selalu bertentangan dengan niat pemerintah. Apa pun dibuat pemerintah, selalu ditolak PKS. Termasuk RUU soal soal kekerasan terhadap Perempuan, juga ditolak, padahal semua fraksi selain PKS menerimanya. Apa maunya PKS?

Sejumlah pengamat, salah satunya Guntur Romli mengatakan, PKS memiliki agenda tersendiri. PKS bukan hanya sekadar oposisi, namun Guntur mengatakan PKS menjadi “perasit” demokrasi di Indonesia. Semua ditolak, tanpa argumentasi yang dapat diterima akal sehat atau orang waras. Partai ini juga menolak, FPI (ormas) yang selalu buat onar dibubarkan.

Terakhir, PKS menolak nama Nusantara bagi Ibukota Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Figur lain — sudah tidak aneh lagi—yang menolak nama Nusantara adalah tokoh Gerindra Fadli Zonk/F. Zonk, tokoh yang dianggap berkoalisi dengan sifat oposisi. Partainya berkoalisi dengan pemerintah, tapi Zonk selalu bersebrangan dengan sikap pemerintah.

Baca juga :  BMPS Bangli Diharap Sinergi Majukan Dunia Pendidikan, Ingin Perhatian Sama dengan Sekolah Negeri

Ada orang lain yang menolak nama Nusantara (saya malas menyebut mereka tokoh). Seperti Natalius Pigai, Rocki Gerung dan lain-lain. Tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia yang waras, menerima nama Nusantara sebagai Ibu Kota Negara yang baru.

Nusantara adalah sebuah istilah berasal dari Bahasa Jawa kuno. Kata ini merujuk kepada Indonesia (kepulauan Indonesia), tercatat pertama kali dalam kitab Negara Kertagama. Istilah ini, tahun 1900-an dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka. Selama kerajaan Majapahit berkuasa, nama Nusantara juga selalu dipergunakan.

Belakangan juga diperkenalkan Islam Nusantara, yang artinya budaya Islam di Indonesia tentu berbeda dengan Islam di Arab. Begitu juga ada pihak memperkenalkan Hindu Nusantara, artinya Umat Hindu ingin mengembangkan agamanya supaya sesuai dengan “Desa, Kala, Patra”. Tidak Hindu Bali sentris. Hindu di Bali memang dijalankan sesuai dengan adat dan budaya Bali yang dikenal adiluhung.

Saya dapat memahami persoalan seperti itu, supaya Hindu dapat berkembang di mana pun di Indonesia atau di dunia sesuai dengan ajaran “Desa, Kala, Patra”.

Presiden Jokowi mengatakan, tahun 2014 nanti minimal lima kementerian sudah pindah ke ibukota Nusantara, di Kaltim, dengan 180 ribu Pegawai Negeri Sipili (PNS). Perpindahan akan dilakukan secara bertahap sampai 10-20 tahunan.

Kalau hal ini berjalan lancar, akan merupakan legacy (warisan) tersendiri bagi Jokowi sebagai Presiden ke-7 di Indonesia. Jokowi juga dianggap berjasa membangun sejumlah jalan tol, bandara di sejumlah wilayah yang tertinggal, bendungan, pembangunan di perbatasan, pelabuhan laut dan sejumlah proyek strategis bagi masa depan Indonesia. Legacy tersebut, akan dikenang warga Indonesia di masa depan.

Baca juga :  Diduga Pengemudi Mengantuk, Mobil Tabrak Tiang di Buleleng

Untuk diketahui, dalam survei terakhir — Presiden Jokowi dianggap sukses dan disenangi lebih dari 70 persen rakyatnya. Sekalipun dilanda Covid-19 selama dua tahun lebih, di mana pemerintah pontang-panting menyelamatkan rakyatnya – tapi Jokowi dianggap berhasil menanggulangi masalah tersebut.

Memang ada yang tidak senang dengan Jokowi. Sejak berkuasa ia selalu difitnah, dicaci maki, dikatakan PKI, dibilang anti Islam, anti ulama dan seterusnya. Tetapi Jokowi bebal dengan tuduhan itu dan dijawab dengan bekerja keras, sehingga sejumlah pembangunan nyata kelihatan di depan mata.

Buktinya Jokowi diapresiasi (dihargai) sebagian besar rakyatnya. Hanya sebagian kecil yang selalu melakukan penentangan. Hal itu sangat wajar di negara demokrasi yang paling besar di dunia.

Legacy terakhir Jokowi yang saya anggap luar biasa, adalah memindahkan ibukota negeri ini dengan nama Nusantara di Kaltim. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.