HBK : “Food Estate” Jalan Selamatkan Sumber Pangan NTB

BAMBANG Kristiono (tengah) saat menyapa para petani di wilayah Pulau Lombok, Senin (16/1/2023). Foto: ist

MATARAM – Anggota DPR RI dari Dapil Pulau Lombok, Bambang Kristiono, konsisten mendorong perwujudan program Food Estate di NTB. Menurut politisi Partai Gerindra, Food Estate adalah jalan terbaik menyelamatkan sumber pangan di masa depan.

“Pemerintah daerah harus terus didorong untuk mulai mempertimbangkan gagasan mengembangkan Food Estate secara masif dan konsepsional. Apalagi terus terjadi alih fungsi lahan pertanian yang mulai mengkhawatirkan,” kata HBK, sapaan dekatnya, Senin (16/1/2023).

Bacaan Lainnya

HBK dikenal intens mengirimkan paket bantuan traktor, pompa air, bibit tanaman, hingga pupuk untuk para petani di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok. HBK juga berdiri di garis depan untuk mewujudkan pembangunan Dam Mujur yang diimpikan masyarakat Lombok Tengah selama empat dekade.

Menurutnya, bula Dam Mujur berhasil dibangun, ada 6.000 hektar lebih lahan pertanian bisa panen tiga kali dalam setahun. Pula sekitar 600 hektar lahan di seputaran Dam yang nilainya akan meningkat hingga 1.000 persen dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun setelah Dam selesai dibangun.

Sayang, laju alih fungsi lahan pertanian tiap tahun bisa mencapai lebih dari 150.000 hektar. “Posisi NTB saat ini masih jadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Tapi, kalau laju alih fungsi lahan ini tidak terkelola dengan baik, tentu ini akan sangat mengkhawatirkan,” pesannya.

Baca juga :  Pemkab Gianyar Salurkan BLT untuk Masyarakat Miskin

“NTB butuh program Food Estate untuk ekstensifikasi dan intensifikasi sektor pertanian berkelanjutan. Food Estate ini dinilai banyak pihak akan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita di masa depan,” ungkapnya.

Food Estate, jelasnya, tentu tidak melulu tentang membuka lahan baru untuk sektor pertanian. Namun, juga bagaimana menjadikan lahan pertanian yang ada terjaga, dan produktivitasnya meningkat sebagai langkah intensifikasi.

Lahan pertanian juga tidak harus ditanami padi, tapi tanaman disesuaikan dengan karakteristik lahan. Lahan yang cocok ditanami singkong atau ubi, tidak dipaksakan harus ditanami padi. Jadi, program diversifikasi pangan juga bisa terus jalan.

HBK mengapresiasi pemerintah daerah kini mulai menyiapkan sejumlah pilot project program Food Estate di NTB. Antara lain di Labangka, Kabupaten Sumbawa yang disiapkan lahan sedikitnya 100 hektar untuk tanaman pangan. “Sekarang saatnya kita bergandengan tangan agar pilot project Food Estate bisa diperluas di banyak daerah di NTB ini,” ajaknya.

Pentingnya menggalakkan program Food Estate sejalan dengan pandangan Prof. Edi Santosa, Guru Besar Pertanian alumnus University of Tokyo.

Kata dia, tingginya lahan pertanian di Indonesia yang berubah peruntukan menjadi lahan nonpertanian seperti infrastruktur jalan, pabrik, dan rumah tinggal, akan berpotensi menimbulkan krisis ketersediaan pangan. “Dengan adanya Food Estate ini, hingga 2045 nanti, lahan (pertanian) yang bertambah bisa mencapai satu juta hektar,” sebutnya.

Baca juga :  Operasi Yustisi di Klungkung Denda Warga Tak Bermasker

Food Estate, terangnya, adalah cara khas dan inovasi baru pencapaian kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Agar bisa berjalan sesuai rencana, Edi menilai dibutuhkan konsistensi, teknologi, infrastruktur, mentalitas, dan sumber daya manusia yang memadai.

“Anak-anak muda dari daerah (tempat Food Estate diterapkan) bisa menjadi pionir untuk masa depan. Kita bisa membuat sekolah khusus, mungkin hanya enam bulan saja, untuk diajari soal Food Estate ini,” ulasnya.

Di sisi lain, HBK berharap program Food Estate akan tetap berjalan sesuai program yang sudah dicanangkan, terlepas dari apa pun hasil Pemilu tahun 2024 nanti.

“Sebaiknya waktu berkompetisi dibatasi enam atau delapan bulan saja. Setelahnya, semua pemangku kepentingan harus mampu bahu-membahu, bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang salah satunya melalui program Food Estate ini,” pintanya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.