Harga Pakan Mencuat, Harga Daging Babi Merosot

KONDISI peternak babi lokal di Karangasem kini mulai “kepanasan” gegara harga pakan mencuat. Foto: ist

KARANGASEM – Kondisi peternak babi lokal di Karangasem kini mulai “kepanasan” gegara harga pakan mencuat. Pada saat yang sama, harga daging babi belakangan justru merosot.

Ni Ketut Putu, peternak asal Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Karangasem, menuturkan, setelah Lebaran harga pakan ternak babi jenis poral naik signifikan.

Bacaan Lainnya

Dia sebelumnya membeli pakan ternak poral per sak berisi 40 kilogram seharga Rp175 ribu, tapi kini harganya meroket sampai Rp205 ribu. “Naiknya itu menjelang Lebaran,” keluhnya, Senin (9/5/2022).

Kenaikan harga poral membuat peternak resah, karena harga daging babi per kilogram justru turun. Pembeli daging babi kebanyakan mengambil di peternak dengan harga Rp35 ribu, turun dari sebelumnya antar Rp40 ribu sampai Rp42 ribu per kilogram.

“Saya tidak tahu apa menyebabkan harga pakan kok mengalami peningkatan, padahal harga daging menurun,” sambungnya dengan nada lesu.

Keluhan senada diuangkapkan peternak babi rumahan, Ni Wayan Wati. Dengan naiknya harga poral, dia berusaha mengimbangi dengan pakan ternak jenis lain. Misalnya dengan daun-daunan jenis ketela rambat.

Jika harga poral naik memang menyulitkan peternak, karena pertumbuhan ternak juga dipengaruhi asupan daya pakan yang diberikan ke ternak. Kalau diberi daun-daunan pasti kondisi pertumbuhan ternak akan tidak optimal, dan akan mempengaruhi target waktu penjualan.

Baca juga :  Sukses Naikan PAD Rp 700 M, Koster Gali Potensi Lain

“Biasanya kami 4-5 bulan sudah jual ternak, kalau makannya serabutan pasti akan lewat enam bulanan, kan rugi. Terlebih pakan poral mahal,” ucapnya menandaskan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.