Harga Ikan Tongkol Menanjak, Cuaca Tidak Bersahabat, Nelayan Melaut Bergantung Kondisi Alam

ILUSTRASI - Cuaca yang tak bersahabat membuat nelayan di Karangasem tidak berani melaut, meski harga ikan tongkol menanjak. foto: dok

KARANGASEM – Harga ikan tongkol, galibnya dikenal dengan nama pindang awan, beberapa pekan ini terus meningkat di pasaran lokal. Selain ikan tongkol, ikan jenis tumpek juga harganya menanjak.

Nelayan di pesisir Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, I Wayan Putu, menuturkan, naiknya harga ikan tongkol dan ikan tumpek dipengaruhi langkanya ikan yang ditangkap nelayan.

Bacaan Lainnya

Faktor cuaca dituding sebagai faktor tidak mendukung, karena angin kencang membuat ikan-ikan eksodus, sehingga tangkapan nelayan menurun. “Dengan penurunan hasil tangkapan ini, otomatis mempengaruhi harga jual ikan,” sebutnya, Senin (9/1/2023).

Pengakuan senada diutarakan I Made Wenten, nelayan kawasan pesisir Bunutan. Dia berujar kondisi seperti ini memang sudah jadi musiman, ikan-ikan jarang ke pinggiran karena dipengaruhi faktor cuaca. Keadaan terjadi sejak sebulan lalu, dan diprediksi akan berlangsung sampai dua atau tiga bulan ke depan.

Setelah itu baru tangkapan akan normal kembali. “Kami juga bergantung kondisi perubahan cuaca. Kalau memang cuacanya bagus, ya kita lakukan aktivitas seperti biasa. Kalau memang sebaliknya, ya sebaiknya jangan melawan kehendak alam,” kisahnya.

Sejak awal tahun, sambungnya, harga ikan tongkol meningkat Rp2.000 dari semula harganya Rp3.000 per ekor. Sedangkan ikan jenis tumpek dijual kiloan dengan harga Rp35 ribu per kilo dari sebelumnya Rp30 ribu. “Kami langsung pasarkan ke pasar lokal di wilayah sini, ada juga yang membeli dan langsung dijual ke kota,” pungkasnya. nad

Baca juga :  Kerja Keras Bawa Apriyani/Fadia Naik Podium Tertinggi di Singapura Open 2022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.