Hapus Malu di Pemilu 2024, Calon Ketua Golkar Bali Harus Mampu Bangkitkan Partai di 2029

Yuda Suparsana. Foto: ist
Yuda Suparsana. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pada Pemilu 2024 lalu, merosotnya capaian Partai Golkar di Bali dari posisi 2 di bawah PDIP ke posisi 3 besar di bawah Partai Gerindra, dinilai sebagai catatan negatif. Lenyapnya satu kursi DPR RI menambah buruk catatan tersebut. Untuk itu, Musda Partai Golkar Bali pada 13 Juli mendatang diharap sebagai momentum rebound ke posisi 2, di tengah hegemoniknya PDIP di Bali. Demikian diutarakan I Putu Yuda Suparsana, Plt. Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali, Selasa (8/7/2025).

Menurut Yuda, setiap partai politik pasti menarget kenaikan hasil dibanding pemilu-pemilu sebelumnya, minimal bertahan. Sejak Reformasi, Golkar selalu berada di posisi 2 besar bersama PDIP yang mendominasi di Bali. Baru di Pemilu 2024 lalu Golkar menurun perolehan kursi di DPRD Bali dan DPR RI. “Artinya, Golkar Bali saat ini sedang mengalami degradasi eksistensi dan sedang membutuhkan treatment khusus agar bisa rebound (naik lagi) pada pemilu mendatang,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Musda Golkar Bali nanti, ulasnya, harus jadi ajang introspeksi diri dan momentum menggemakan kebangkitan kembali Golkar. Tidak usah sibuk mencari kambing hitam atas suatu kegagalan, lebih baik fokus berbenah. Dengan alasan itu, Yuda menilai Golkar Bali butuh figur baru yang lebih mumpuni sebagai nakhoda pengganti Nyoman Sugawa Korry yang menjabat periode 2020-2025.

Soal figur yang dinilai layak, Yuda mengklaim Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sangat layak menggantikan Sugawa. Demer punya rekam jejak di tingkat nasional dengan beberapa kali menjabat Ketua DPP Partai Golkar yang membidangi pemenangan pemilu, juga lima kali berturut-turut lolos ke DPR RI. Pernah pula memimpin Hipmi Bali dan Kadin Bali. “Saya rasa ini saatnya dia turun gunung memimpin Golkar Bali untuk melakukan pembenahan,” papar mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Bali sebelum digantikan Sugawa Korry di posisi yang sama itu.

Kelebihan Demer, cetusnya, punya karakter akomodatif, profesional dalam menilai kemampuan kader, terbuka terhadap masukan, egaliter, tidak pendendam, mau merangkul semua pihak walaupun pernah jadi rival. “Yang terpenting, dia punya pendirian sangat kuat dalam mengutamakan kepentingan partai daripada kepentingan pribadi,” kata mantan Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Bali-Nusra DPP Partai Golkar ini.

Hal positif lainnya, Yuda mengklaim Demer punya kedekatan dengan juniornya di Kadin, Hipmi dan Junior Chamber International. Sering terlibat pelbagai diskusi di organisasi-organisasi tersebut membuat Demer dikenal rendah hati, tapi juga memiliki jaringan kuat secara nasional di berbagai kalangan, baik politisi, pengusaha, sampai aktivis. Kondisi ini dipandang memberi angin segar akan adanya perubahan signifikan di tubuh Golkar Bali, dengan peluang masuknya wajah-wajah baru dari berbagai organisasi tersebut. “Baik di kepengurusan Golkar Bali maupun ormas-ormas karya kekaryaan sebagai bagian keluarga besar Golkar,” urainya.

Soal potensi rivalitas Sugawa dan Demer saat Musda nanti, Yuda menilai itu bagian dari proses demokrasi dan pendidikan politik yang positif di internal Golkar. Siapa pun yang terpilih adalah kader terbaik, yang dipercaya oleh seluruh kader untuk menjadi pemimpin. Meski, dia tidak memungkiri ada kemungkinan muncul kekecewaan yang berujung pada perpecahan internal dari pihak yang kalah.

“Itu biasa terjadi sebagai konsekuensi kompetisi. Namun, harus diingat, Partai Golkar sangat berpengalaman mengelola dinamika politik internal seperti ini. Tinggal bagaimana pemimpin yang terpilih nanti memiliki kemampuan untuk menormalisasikan keadaan,” ungkapnya, bernada menepis potensi konflik internal akan meluas.

“Pilihannya adalah, apakah Golkar ingin tetap berjalan dengan gaya regresif seperti sekarang, atau berani melangkah progresif menghadapi tantangan politik ke depan?” lugasnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses