POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melatih guru agar dapat mengajarkan bahasa Inggris pada anak pada usia Sekolah Dasar (SD) yang lebih efektif dan menyenangkan. Pelatihan yang digelar selama 3 hari mulai 12-14 Juni 2025, diikuti 500 guru SD yang terbagi dalam 2 tahap. Tahap 1 diikuti 240 guru dan tahap 2 diikuti 260 guru.
‘’Salah satu pembelajaran yang bermakna dan relevan itu adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris, terutama mengingat bahwa bahasa Inggris adalah bagian yang sangat penting untuk mengakses pengetahuan,’’ Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, bahasa Inggris menjadi bagian dalam penguatan karakter siswa sejak dini. Ia melihat bahwa bahasa Inggris akan memperkuat kemampuan siswa dalam menanggapi digitalisasi dan globalisasi.
Dan, Disdikpora Denpasar merasa perlu ada program dengan modul yang tepat untuk diberikan ke para guru agar bisa memberikan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan di SD itu seperti apa, jadi kemampuan pedagogis (mendidik) itu yang ingin dikuatkan.
Karenanya, kata Ayu Agustini, pelatihan ini berfokus pada pendekatan fun English. Disadari bahwa metode pengajaran konvensional yang selama ini diterapkan kurang mampu memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris.
Dengan pendekatan fun english, diharapkan siswa dapat belajar bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan dan efektif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi mereka. Selama pelatihan, para guru diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang menarik, seperti role-play, diskusi kelompok, dan presentasi.
Melalui program pelatihan ini, Ayu Agustini berharap dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Guru mampu meningkatkan kemampuan mengajar bahasa Inggris siswa, menerapkan metode pembelajaran yang lebih variatif, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan membentuk karakter siswa yang lebih baik.
Ia mengemukakan pentingnya mengembangkan minat dan kepercayaan diri para siswa melalui bahasa Inggris yang tidak terbatas pada tata bahasa saja. Dengan kualitas pengajaran yang lebih baik, diharapkan siswa dapat menguasai bahasa Inggris dengan baik dan siap menghadapi tantangan global.
“Penting untuk meningkatkan minat dan memotivasi anak agar percaya diri menggunakan bahasa Inggris, dan tidak terbatas pada tata bahasa, tetapi bagaimana mengucapkan setiap kata dengan benar dan menggunakan bahasa Inggris sebagai alat untuk berbagi cerita kepada teman dan orang lain dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Terakhir, Ayu Agustini mengajak para guru menuangkan kreativitas mereka. Pasalnya, bahasa Inggris adalah bahasa asing sehingga jangan sampai metode pengajaran membuat siswa tak antusias menerimanya. ‘’Jadi itu pembelajaran yang interaktif. Sehingga peserta didik senang dan menciptakan suasana belajar yang gembira menari dan bebas dari perundungan,’’ katanya. tra























