TABANAN – Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan pembangunan pompa hidram di wilayah Subak Aseman IV, Banjar Batan Buah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa (15/2/2022). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Koster dan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto, dan dilanjutkan dengan pengguntingan roncean bunga.
Sonny Aprianto mengatakan bahwa pembangunan hidram telah mendapatkan dukungan dari Presiden RI, untuk terus dilanjutkan. “Untuk itu kami akan mematangkan kembali dari 160 titik survei yang dilakukan, akan direalisasikan dengan cepat, terutama untuk daerah-daerah yang membutuhkan penanganan segera. Jadi, kami akan tunjukkan bahwa negara hadir untuk rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Pangdam juga berharap, dengan keberadaan pompa hidram ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dalam upaya memajukan pertanian, khususnya di KabupatenTabanan. Kegiatan nonprogram Kodam IX/Udayana itu untuk membantu masyarakat dalam penyediaan air bersih, juga penyediaan air terhadap sektor pertanian.
Pompa hidram yang baru diresmikan itu, merupakan yang kedua di Desa Tangguntiti, setelah pompa hidram pertanian yang pertama di Banjar Nyampuan, yang juga diresmikan Gubernur Bali, beberapa waktu lalu.
“Dengan pembangunan pompa hidram ini, diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat, baik dalam ketersediaan air bersih maupun untuk memajukan sektor pertanian,” harap Koster, seraya memuji Pangdam IX/Udayana beserta jajaran dalam upaya membangun pompa hidram.
Sementara Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, juga memuji jajaran Kodam IX/Udayana dalam membangun pompa hidram di sejumlah lokasi di Kabupaten Tabanan. “Pembangunan dengan semangat gotong royong dari hasil kolaborasi TNI dan masyarakat tersebut, diharapkan mampu memberikan manfaat, guna membantu kebutuhan air untuk pertanian, khususnya di Desa Tangguntiti,” ujarnya.
Sanjaya juga menyebutkan jika sebelumnya ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan air, seperti yang terjadi di Subak Aseman, Desa Tangguntiti. Pada saat musim kemarau, petani sulit mendapatkan air. Bahkan, luasan area yang mengalami kesulitan air mencapai 220 hektar, sehingga petani hanya mampu menanam padi sekali saja dalam setahun.
Dengan pompa hidram di Desa Tangguntiti, dia berharap alat tersebut mampu mengangkat air untuk mengatasi kendala kekeringan pada musim kemarau. “Dengan demikian diharapkan indeks pertanaman di wilayah Subak Aseman dapat ditingkatkan, sehingga produksi secara keseluruhan dapat pula ditingkatkan,” harapnya.
Usai peresmian, dilanjutkan dengan meninjau lokasi untuk mengetahui sistem operasional pompa hidram tersebut. Kegiatan terakhir berupa menebar benih ikan di aliran Tukad Lambuk, yang dilakukan secara bersama-sama oleh Gubernur Koster, Pangdam Sonny, Bupati Sanjaya beserta Forkopimda Tabanan, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, serta undangan lainnya yang hadir dalam kegiatan tersebut. gap
























