Golkar Target Keseimbangan Politik Bali, Yakin Rakyat Tolak Mayoritas Tunggal

  • Whatsapp
SUGAWA Korry saat memberi arahan kepada anggota Fraksi Golkar seluruh Bali dalam sosialisasi pembuatan kartu tanda anggota di aula DPD Partai Golkar Bali, Minggu (3/10/2021). Foto: hen
SUGAWA Korry saat memberi arahan kepada anggota Fraksi Golkar seluruh Bali dalam sosialisasi pembuatan kartu tanda anggota di aula DPD Partai Golkar Bali, Minggu (3/10/2021). Foto: hen

DENPASAR – “Yang kita kejar, yang kita cari adalah keseimbangan politik di Bali. Bukan mengalahkan partai lain,” seru Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, di hadapan puluhan anggota Fraksi Golkar dari seluruh Bali saat sosialisasi pencetakan kartu tanda anggota (KTA) Partai Golkar di aula DPD Partai Golkar Bali, Minggu (3/10/2021).

“Saat tercapai keseimbangan, maka yang terjadi adalah persaingan adu gagasan dan kualitas SDM kita,” sambung Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Bacaan Lainnya

Sugawa mengutarakan pesan tersebut untuk menyemangati para kader di legislatif itu agar memajukan partai. Dia mengingatkan kadernya perkembangan di lingkungan strategis Golkar, bahwa faktanya Golkar hanya menempati posisi nomor 2 di Bali, dengan PDIP sebagai jawara. Jika dibandingkan jumlah anggota DPRD seluruh Bali, Golkar kalah jauh dari PDIP.

Realita itu, sebutnya, mesti dijadikan stimulus untuk kian kerja keras meningkatkan kapasitas partai dalam menjaga harmonisasi kualitas demokratisasi di Bali. Dalam sendi kehidupan di Bali, ucapnya, ada konsep harmonisasi sekala dan niskala. Dalam politik pun, jika ingin sehat, maka kekuatan politik harus seimbang dan harmonis.

“Tugas itu ada di Golkar. Saudara jadi anggota fraksi tidak boleh puas hanya jadi anggota, tapi harus puas dan bangga berbuat nyata untuk masyarakat sebagai kepuasan hakiki kader Golkar. Lakukan langkah terukur untuk menata organisasi,” serunya.

Baca juga :  Walikota, Wawali dan Sekda Denpasar Ikuti Verifikasi Sensus Penduduk 2020

Tak hanya menata lembaga, Sugawa juga minta para legislator itu mampu merekrut anggota yang nyata di masyarakat. Alat ukurnya antara lain harus ber-KTA Golkar, karena partai menggunakan stelsel aktif, dan itu berarti harus dengan bukti KTA. Jika ini alat ukur ini dipakai, ulasnya, perjalanan kader masih panjang dan jadi tanggung jawab fraksi bahwa mereka benar didukung masyarakat yang memiliki KTA.

Membincang target politik mendatang, Sugawa berkata yang dicari Golkar bukanlah mengalahkan partai lain, melainkan ingin terjadi keseimbangan politik. Soal keseimbangan politik ini diulang beberapa kali dalam arahannya. Sebab, bagi dia konsep itu merupakan dasar di segala kehidupan. Ketika tercapai keseimbangan, persaingan yang terjadi adalah adu gagasan dan kualitas SDM masing-masing partai.

“Kalau kita belum menang tapi kualitas lebih baik, kita dapat memberi masukan postitif. Harapan Golkar adalah terwujudnya kesiembangan sosial politik, karena sejak 1999 banyak kalangan tidak menghendaki adanya dominasi mayoritas tunggal,” urainya, seakan merujuk pengalaman Golkar pada masa Orde Baru pernah menjadi orsospol mayoritas tunggal di Indonesia.

Menghadirkan partai berkualitas, Sugawa menyebut ada tiga hal dilakukan. Pertama, bagaimana meningkatkan kualitas SDM fraksi, dengan terus bergerak menempa kualitas diri. Tidak sekadar menambah gelar akademis, tapi juga kemampuan mendalami budaya Bali agar bisa menyama braya sesuai harapan. Percuma gelar tinggi tapi terasing atau tidak bisa interaksi di masyarakat. “Apakah saudara sanggup?” seru Sugawa dan dijawab “sanggup” oleh hadirin.

Baca juga :  Pasokan Terbatas Sebabkan Harga Cabai Rawit Terus Naik

Kedua, sambungnya, harus mampu melahirkan program prorakyat yang belum maksimal dijalankan pemerintah.  Misalnya di Bali belum maksimal pertanian, Golkar bergerak ke sana. Misalnya LPD dan desa adat belum maksimal, Golkar menguatkan. Yang pasti program dalam konteks hamonisasi dengan perkembangan masyarakat.

“Yang ketiga, adalah mengimplementasi program terbaik kita di masyarakat. Kita akan lakukan evaluasi tiap tahun untuk mengukur kapasitas dan posisi Golkar di masyarakat,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.