POSMERDEKA.COM, DENPASAR – DPP Partai Golkar merilis rekomendasi Pilkada Serentak 2024 untuk dua kabupaten di Bali, yakni Buleleng dan Jembrana. Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, menjadi duta Golkar untuk menjadi bakal calon Bupati di Pilkada Buleleng, berpasangan dengan Sundayana. Sementara Ketua DPD Partai Golkar Jembrana, Made Suardana, direkomendasi menjadi bakal calon Wakil Bupati Jembrana untuk berpasangan dengan Bupati petahana, I Nengah Tamba.
Wakil Sekretaris Bidang OKK DPD Partai Golkar Bali, Muamar Kadafi, membenarkan rekomendasi sudah diberikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, di Jakarta, Rabu (7/8/2024). “Sudah turun rekomendasi, tapi baru untuk Buleleng dan Jembrana, Untuk yang lain masih menyusul,” jelasnya dihubungi, Rabu (7/8/2024) malam.
Mengenai rekomendasi untuk kabupaten/kota yang lain, termasuk untuk Pilgub Bali, dia mendaku masih dalam proses. DPP, jelasnya, masih mempelajari bagaimana dinamika dan elektabilitas dari para bakal calon yang disurvei. Sebab, ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan DPP sebelum memutuskan memilih figur tertentu.
“DPP tentu melihat kesiapan secara administrasi, maksudnya apakah koalisi yang dibangun sudah memenuhi syarat minimal 20 persen kursi untuk mengusung paslon. Ini jadi pertimbangan pertama,” terangnya.
Pertimbangan lain, sambungnya, adalah melihat bagaimana elektabilitas para bakal calon dalam simulasi survei yang dilakukan. Siapa yang tertinggi maka itu yang akan dipilih. Ketiga, tegasnya, juga bergantung dari bagaimana kesiapan bakal calon yang akan diberi rekomendasi. “Secara normatif ya seperti itu pertimbangannya. Tunggu saja dulu, partai masih berproses, nanti kalau sudah ada pasti dikabari. Paling lambat 26 Agustus semua sudah jelas rekomendasinya,” papar Kadafi memungkasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Golkar merekomendasikan Suardana menjadi pendamping Tamba di Jembrana, tidak lepas dari gejolak internal antara Tamba dengan Ngurah Patriana Krisna (Ipat) sebagai Wakil Bupati petahana. Ipat buang badan dengan mundur sebagai Wakil Bupati, dan kemudian berpasangan dengan Kembang Hartawan sebagai mantan seteru di Pilkada Jembrana 2020. Manuver Ipat yang sebelumnya sebagai representasi Golkar, direspons dengan mengajukan Suardana agar soliditas Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Jembrana tidak pecah. hen






















