Golkar Bikin Tamat Keretakan Tamba-Ipat, Diklaim Siap Bahagiakan Jembrana

SUGAWA Korry senyum semringah bersama Bupati Tamba (kiri) dan Wakil Bupati Ipat usai pertemuan di DPD Partai Golkar Bali, Minggu (13/2/2022). Pertemuan di Golkar itu menamatkan keretakan hubungan Tamba-Ipat yang sempat terekpos ke publik beberapa waktu lalu. Foto: ist
SUGAWA Korry senyum semringah bersama Bupati Tamba (kiri) dan Wakil Bupati Ipat usai pertemuan di DPD Partai Golkar Bali, Minggu (13/2/2022). Pertemuan di Golkar itu menamatkan keretakan hubungan Tamba-Ipat yang sempat terekpos ke publik beberapa waktu lalu. Foto: ist

DENPASAR – Rumor adanya keretakan hubungan antara Bupati Jembrana, Nengah Tamba; dengan Wakil Bupati Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) ternyata bukan sekadar rumor. Tidak harmonisnya hubungan mereka justru terkonfirmasi setelah keduanya “didamaikan” di DPD Partai Golkar, Minggu (13/2/2022).

“Riak-riak kecil itu biasa, yang penting sekarang sudah rukun lagi,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Senin (14/2/2022).

Read More

Sugawa menyatakan hal tersebut sebagai tanggapan saat ditanya mengenai kabar Tamba-Ipat tidak harmonis gegara hal tertentu. Antara lain karena Ipat merasa tidak dilibatkan dalam mutasi pejabat yang dilakukan Tamba.

Meski berupaya menjernihkan persoalan Tamba-Ipat, pasangan yang diusung Golkar saat Pilkada Jembrana 2020 lalu, Sugawa terlihat sangat hati-hati dalam menjelaskan. Alih-alih secara lugas, awalnya dia memilih menggunakan analogi dinamika rumah tangga pasangan suami-istri. Ibarat orang menikah, sebutnya, pasti saja pernah bertengkar.

“Seperti teman-teman ini, di rumah tangganya pasti pernah saja kerapat-kerepet (ada persoalan). ‘Pernikahan’ Tamba-Ipat itu tidak pacaran lama sampai jadi. Situasinya kami monitor di (DPD) Provinsi. Kemarin kebetulan mereka ada di Denpasar, saya minta mampir ke DPD dan bertemu,” kisahnya.

Dalam pertemuan bertiga yang disebut berjalan hangat itu, Sugawa mendaku mereka ngobrol dan diskusi intens tanpa ada masalah. Hanya, dia tidak memungkiri ada perbedaan sedikit di antara Tamba-Ipat, dan keduanya mengakui berkoordinasi dengan elegan adalah kelemahan masing-masing. Yang jelas, sambungnya, Tamba-Ipat berjanji kepadanya untuk menjadikan riak-riak kecil itu sebagai pelajaran. Pun bekerja lebih baik lagi untuk Jembrana bahagia.

“Saya lebih tualah dari mereka, dan saya sarankan agar menjadikan kejadian itu sebagai pelajaran. Riak-riak itu biasa, buktinya saya tidak sampai turun ke Jembrana,” kelakarnya.

Disinggung kabar keretakan terjadi karena Tamba terlalu dominan alias kurang memberi panggung untuk Ipat, lagi-lagi Sugawa membantah. Kembali dia beralasan yang terjadi hanya masalah komunikasi belaka, dan kini hal tersebut sudah “tutup buku”. Ketua DPD Partai Golkar Jembrana, Made Suardana, juga diminta melaporkan perkembangan menggembirakan itu kepada mitra koalisi di Jembrana.

“Tidak ada pecah kongsi. Pak Tamba malah presentasi progres program kerjanya di depan pengurus Golkar sesuai visi-misi, semuanya bagus-bagus,” tandasnya. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.