Gianyar Langsung Gelontor CSR Tangani SDN 4 Songan

  • Whatsapp
BUPATI Bangli, I Made Gianyar, meninjau kondisi SDN 4 Songan di Desa Peradi, Desa Songan A, Senin (9/3/2020). Foto: aa ngurah girinatha
BUPATI Bangli, I Made Gianyar, meninjau kondisi SDN 4 Songan di Desa Peradi, Desa Songan A, Senin (9/3/2020). Foto: aa ngurah girinatha

BANGLI – Bupati Bangli, I Made Gianyar, meninjau kondisi SDN 4 Songan yang berada di Desa Peradi, Desa Songan A, Senin (9/3/2020). Gianyar menyampaikan, untuk penanganan plafon jebol di ruangan kelas I dan II akan ditanggulangi dulu dengan bantuan CSR dari Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Gelobal Geopark (BPPBUGG) Kintamani dan menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Jika dana tersebut kurang untuk perehaban, Gianyar minta pihak sekolah mengajukan bantuan ke bupati, melalui Dinas Pendidikan. ‘’BPPBUGG telah menyisihkan pendapatan untuk membantu perbaikan SDN 4 Songan,’’ ujar Gianyar.

Bacaan Lainnya

Orang nomor satu di Pemkab Bangli ini meminta rehab agar memprioritaskan bangunan yang membahayakan. ‘’Kalau dana mencukupi hingga pembuatan plafon baru tentu lebih bagus lagi, kalau pun tidak maka kayu-kayu yang telah dikerubuti rayap agar dibersihkan dulu. Saya minta dalam sebulan ini siswa tidak lagi belajar di luar kelas,’’ pinta Gianyar.

Kapala SDN 4 Songan, I Ketut Baru, menambahkan, sejatinya kerusakan sekolah telah terjadi sejak tiga tahun lalu, namun sekitar 22 Januari 2020, plafon di ruangan kelas I dan II jebol. ‘’Karena guru melihat hal itu membahayakan, maka diambil kebijakan agar siswa belajar di emperan sekolah,’’ ujarnya.

Baca juga :  Trasmisi Lokal di Karangasem Bertambah Empat Orang

Ketut Baru mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Made Gianyar dan Kadisdik I Nengah Sukarta. Bupati juga menyebutkan pada 2021 akan dibantu pembangunan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). ‘’Kita sangat berharap ini direalisasikan mengingat kondisi sekolah sudah kropos,” ucapnya. Kadisdik Bangli, I Nengah Sukarta menyebutkan, setelah bekas plafon jebol dibersihkan siswa sudah mulai belajar dalam ruangan. Dikatakan, sebelumnya siswa memang sempat belajar di luar, lantaran para guru menganggap kondisi gedung yang sangat membahayakan. Apalagi saat ini sedang musim hujan. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.