Gelombang Tinggi, Nelayan Ujung Pesisi Ogah Melaut

SALAH seorang nelayan, Sirab memperbaiki perahunya sembari mengecat di pesisir Pantai Ujung, Jumat (1/7/2022). Ia bertutur sekitar 150 nelayan di ujung pesisi Desa Tumbu tidak berani melaut demi keselamatan karena cuaca kurang bersahabat. foto: ist

KARANGASEM – Dampak cuaca yang tidak bersahabat mengakibatkan nelayan enggan beraktivitas melaut lantaran risiko tinggi. Sirab salah satunya, yang mengaku sebulan tidak menarik jaring, gegara gelombang tinggi mencapai tiga hingga empat meter disertai angin cukup kencang.

Ditemui di sela-sela memperbaiki perahunya sembari mengecat di pesisir Pantai Ujung, Jumat (1/7/2022) Sirab bertutur sekitar 150 nelayan di ujung pesisi Desa Tumbu tidak berani melaut demi keselamatannya. Kondisi itu dijalani selama kurang lebih sebulan terakhir.

Read More

“Waktu tidak melaut bersama- sama dimanfaatkan untuk memperbaiki perahu dan jaring. Ada yang mengecat perahu,ya ada juga lagi santai dan membantu rekannya memperbaiki perahu,” kisahnya.

Dia melanjutkan, ada temannya yang mencoba melaut, tapi tidak dapat tangkapan ikan. Nelayan tidak berani melempar jarring, karena anginnya cukup kencang dan gelombang tinggi. Lagi pula dalam kondisi seperti itu, hampir bisa dipastikan tidak ada ikan.

“Situasi seperti ini memang agak jenuh, karena selama sebulan tidak melaut. Ini juga belum selesai mengecat perahu, masih basah, saya besok coba turun melaut. Kemungkinan setelah hari purnama mendatang gelombang dan angin kembali normal,” duganya.

Terkait adanya informasi di media mengenai membeli BBM menggunakan aplikasi My Pertamina, dia mendaku selaku nelayan sangat khawatir. Alasannya, dia sama sekali tidak paham yang namanya ponsel Android.

Rekan-rekannya sesama nelayan di pesisir Pantai Ujung juga diklaim tidak ada yang memiliki, apalagi menggunakan. Pun akan sangat ribet jika diterapkan. “Kalau hal itu diberlakukan, kami pasti tambah ruwet,” cetusnya bernada kesal.

Siradjudin, nelayan lainnya di Pantai Ujung Pesisi, menambahkan, sejak dua pekan terakhir ini cuaca di tengah perairan sangat buruk. Ketinggian gelombang bisa mencapai tiga hingga empat meter.

“Kalau gelombang dan cuaca sejak dua hari ini sudah lumayan mereda, tapi masalahnya sejak sebulan ini keberadaan ikan dasarnya lagi langka. Jadi, banyak nelayan yang menunda aktivitas melaut mereka,” imbuh Siradjudin menandaskan. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.