Geliatkan Perekonomian, Kuta Ingin Satu TOD LRT Ada di Pasar Seni

  • Whatsapp
Ilustrasi LRT. Desa Adat Kuta berkeinginan agar satu TOD LRT berada di kawasan Pasar Seni Kuta. Foto: ist
Ilustrasi LRT. Desa Adat Kuta berkeinginan agar satu TOD LRT berada di kawasan Pasar Seni Kuta. Foto: ist

MANGUPURA – Rencana sarana transportasi Light Rail Transit (LRT) tahap I yang mengubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai-Kuta memakai tiga titik Transit Oriented Development (TOD). Adapun ketiga titik tersebut rencananya dialokasikan di Jalan Dewi Sartika, Central Parkir, dan di kawasan dekat Hotel Jineng Sunset Road.

Namun untuk titik di Jalan Dewi Sartika, lokasi koordinat TOD tersebut masih belum jelas. Sebab rencana awal titik TOD tersebut di kawasan Centro Kuta, sementara Desa Adat Kuta berkeinginan agar TOD tersebut berada di kawasan Pasar Seni Kuta.

Bacaan Lainnya

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, mendaku telah menyampaikan harapan pergeseran titik TOD tersebut kepada tim dari KAI, Dishub Propinsi Bali, Angkasa Pura dan PUPR kabupaten Badung melalui pertemuan yang mengundang bendesa adat yang dilewati lintasan LRT tersebut, yaitu Tuban, Kuta dan Legian. Dimana rencana pembuatan TOD titik I diharapkan untuk bisa dipindahkan dari lokasi yang direncanakan, yaitu di kawasan Centro Kuta agar digeser ke kawasan Pasar Seni Kuta.

Adapun pertimbangan pemindahan lokasi tersebut adalah lokasi Pasar Seni Kuta yang lebih strategis, serta potensi titik keramaian yang berada di kawasan tersebut. Sehingga jika TOD tersebut berada di kawasan pasar seni, maka hal itu akan sangat tepat dalam fungsinya mengurai kemacetan.

Baca juga :  Waspada Covid-19, LLDikti Imbau Rektor Jangan Keluar Daerah

‘’Kami harapkan lokasi TOD I ini berada depan Pasar Seni Kuta. Kami sangat welcome, jadi silahkan buatkan stasiunnya di depan pasar seni. Hal itu sudah kita sampaikan ke pada instansi terkait waktu rapat bersama, katanya mereka welcome dan akan mengkaji hal itu,’’ terang Wasista.

Jika lokasi TOD I tersebut bisa direalisasikan di kawasan Pasar Seni Kuta, ia yakin juga akan menggiatkan perekonomian masyarakat kecil. Sebab ketika mereka turun, maka penumpang bisa mampir berbelanja di pasar seni yang lokasinya dekat, termasuk juga menambah kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta.

‘’Saya rasa akan pas konsepnya jika TOD itu berada di kawasan pasar seni. Bagi LRT itu merupakan potensi pasar mereka dan bagi kami itu adalah potensi menggiatkan perekonomian masyarakat,’’ sebutnya.

Kawasan Pasar Seni Kuta, diakuinya masih sanggup mengakomodir untuk menjadi lokasi TOD. Sebab disana lokasinya cukup luas, terbuka dan mudah dicari wisatawan. Terlebih stasiun tersebut nantinya berada di bawah tanah, dengan jarak 30 meter dari permukaan tanah. Sehingga  keberadaan TOD itu juga tidak akan mengganggu aktivitas di kawasan pasar seni. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.