POSMERDEKA.COM, MATARAM – Bawaslu Kota Mataram menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, Kamis (9/11/2023). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kota Mataram, dan organisasi kepemudaan (OKP) di Provinsi NTB, menjadi peserta sosialisasi yang memfokuskan pada program kampanye aktif pemuda dalam pengawasan partisipatif tahapan Pemilu 2024. Mahasiswa dan OKP di NTB diharap bisa terlibat pengawasan Pemilu 2024.
Ketua Bawaslu Kota Mataram, Muhamad Yusril, mengatakan, dengan waktu Pemilu menyisakan 98 hari lagi, dia saat ini fokus mengawasi distribusi logistik Pemilu 2024 yang mulai masuk di gudang KPU Mataram di wilayah Cakranegara. Gudang logistik di kantor KPU Mataram, di Jalan Lingkar selatan, tidak representatif untuk menampung logistik. “Gudang yang dipakai KPU lokasinya tidak berada di kantor KPU alias menyewa, sehingga perlu pengawasan lebih,” kata Yusril saat membuka sosialisasi.
Menurut dia, hal lain yang juga menjadi agenda besar Bawaslu adalah pengawasan pada mahasiswa yang pindah memilih untuk dapat masuk pemilih tambahan. Meski KPU sudah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk wilayah Kota Mataram, tapi masih ada ruang para mahasiswa luar daerah, yang kini banyak menuntut ilmu di Kota Mataram, bisa memilih di lokasi tempat kosnya.
“Tapi, tetap mereka melaporkan pindah memilih ke KPPS asalnya untuk dikirim laporannya ke KPPS tempat tinggalnya saat ini. Di situ kami akan melakukan klarifikasi,” tegasnya.
Selain itu, dia mendaku sudah menerbitkan imbauan kepada parpol dan para caleg yang masuk dalam DCT Pemilu 2024, untuk menahan diri agar tidak kampanye sebelum jadwal kampanye. Parpol peserta Pemilu 2024 mulai tanggal 4-27 November 2023 belum boleh melakukan aktivitas kampanye. “Parpol tidak boleh melakukan kegiatan yang mengarah kepada unsur kampanye, juga ajakan untuk memilih, sebelum jadwal dan tahapan kampanye dimulai,” tegasnya.
Yusril juga mengajak para mahasiswa dan OKP di NTB turut melakukan pengawasan Pemilu 2024. Pula minta mahasiswa peduli serta menyalurkan hak suaranya. “Apalagi yang hadir ini adalah mayoritas ketua BEM dan ketua OKP, harapannya minimal mengecek para anggotanya untuk bisa terdaftar masuk sebagai pemilih tambahan di Pemilu 2024,” pintanya.
Anggota Bawaslu Mataram, Efendi, mengajak mahasiswa mengawal kesuksesan Pemilu 2024 yang tinggal beberapa bulan ke depan. Efendi menilai kepedulian mahasiswa tentang pelaksanaan pemilu masih rendah. “Kami mendorong keterlibatan mahasiswa untuk mengawal hak pilih demi menyukseskan Pemilu 2024,” pintanya.
Bawaslu Mataram mencanangkan bergandengan tangan dengan seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi Pemilu 2024. rul























