Empat Desa di Bangli Diguyur Bantuan Rumah Layak Huni, Nilainya Rp35 Juta dengan Swakelola

KEPALA Bidang PUPR Perkim Bangli, I Nengah Arya Wibowo. Foto: ist

BANGLI – Empat desa di wilayah Kecamatan Kintamani dan Kecamatan Susut mendapat bantuan perbaikan rumah agar layak huni dari pemerintah pusat lewat program penataan kawasan permukiman. Desa yang mendapat bantuan untuk tahun 2022 yakni Desa Awan di Kecamatan Kintamani, kemudian Desa Sulahan, Demulih dan Abuan di Kecamatan Susut.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Bangli, I Nengah Arya Wibowo, berkata bantuan perbaikan menyasar 73 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di empat desa.

Read More

Untuk Desa Awan sebanyak 20 unit rumah, Desa Sulahan (23), Desa Demulih (15) dan Desa Abuan (15) dengan masing-masing nilainya Rp35 juta. Pendanaan dari program ini lewat berbagi anggaran yakni anggaran dari DAK 20 persen dan APBD 15 persen.“Program penataan kawasan permukiman merupakan program pusat lewat Kementerian Perumahan,” jelasnya.

Mengacu juklak-juknis, terangnya, kegiatan diambil secara swakelola. Pemanfaatan anggaran Rp35 juta yakni untuk pengadaan material Rp30 juta, dan Rp5 juta untuk ongkos. ”Penerima bantuan akan bentuk kelompok, dan anggaran akan langsung masuk rekening kelompok. Kelompok yang nanti akan menunjuk rekanan untuk penyedia material,” sambungnya.

Yang menentukan desa-desa penerima bantuan, urainya, yakni pemerintah pusat. Dinasnya hanya mengakses proposal yang diajukan masing-masing desa ke pusat. Setelah berkas dikirim, akan dikaji oleh pusat untuk menentukan desa-desa penerima program penataan kawasan permukiman.

Untuk kegiatan, imbuhnya, sejauh ini baru masuk tahap penetapan SK penerima manfaat. ”Kami punya usulan sebelum Hari Raya Galungan kegiatan sudah bisa mulai dikerjakan, karena menurutdewasa ayu sekarang yang paling pas dilaksanakan. Jika setelah Galungan, pengerjaan harus menunggu hari baik (dewasa) 42 hari dari hari raya, yakni setelah Buda Kliwon Pahang,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.