MATARAM – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mendukung pengembangan Bandara Sultan Kaharuddin III di Kabupaten Sumbawa. Dukungan itu disampaikan Budi Karya Sumadi saat meninjau Bandara Sultan Kaharuddin III di Kabupaten Sumbawa, Jumat (14/1/2022). ‘’Insyaallah, saya akan siap membantu mempertebal landasan bandara disini (Bandara Sultan Kaharuddin III),’’ kata Menhub.
Kedatangan Menhub Budi Karya Sumadi untuk melihat langsung Bandara Sultan Kaharuddin III yang akan dibenahi untuk mendukung kejuaraan Dunia MotoCross atau lebih dikenal dengan Moto Cross Rand Prix (MXGP) di Samota, di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Saat ini, Bandara Sultan Kaharuddin III hanya mampu didarati pesawat jenis ATR. Untuk itu, bandara ini akan dibenahi sehingga mampu didarati pesawat yang lebih besar. Kedatangan menteri ini menyusul kedatangan tim survei dari MXGP sehari sebelumnya. Tim melihat lahan di wilayah jalan Samota.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengatakan, biaya penebalan landasan bandara ini akan dikeroyok oleh pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat. Menurut Bang Zul,
Menhub Budi Karya Sumadi, telah berkomitmen untuk mendukung kegiatan MXGP. Yakni, dengan mengoptimalkan runway Bandara Sumbawa. ”Sudah ada komitmen dari pak Menteri Perhubungan, untuk membantu mengoptimalkan kekuatan aspalnya menjadi 7 cm,’’ ujarnya kepada wartawan, Sabtu (15/1/2022).
Ia menjelaskan, pengoptimalan runway bandara ini akan dilakukan bersama oleh pemerintah pusat, Pemprov NTB, dan Pemda Sumbawa. Mengingat, pengoptimalan runway ini sangat penting. Agar pesawat jenis boeing bisa mendarat dengan aman di Bandara Sumbawa. ‘’Jadi runway-nya perlu dipertebal. Mengingat, MXGP ini akan dilaksanakan pada 26 Juni mendatang,’’ kata Gubernur NTB.
Bang Zul mendaku, dana yang dibutuhkan sekitar Rp40-Rp50 miliar. Untuk sementara ini, hanya dilakukan pertebalan landasan terlebih dahulu. Harapannya, pesawat dengan bobot lebih besar bisa mendarat.
Terkait dengan sarana pendukung lain seperti pelabuhan, menurut gubernur semua harus berubah. Segala sesuatunya harus berani dimulai. Karena jika harus menunggu semuanya siap terlebih dahulu, maka event-nya tidak akan bisa dimulai.
‘’Karena MXGP, bandara harus berubah, pelabuhan harus berubah, rumah sakit harus berubah, semua harus berubah. Karena satu event internasional, menyebabkan banyak perubahan yang lain-lain,’’ ungkap Gubernur.
Selain itu, hasil survei dari tim survei yang turun ke Sumbawa secara umum menyatakan bahwa Kabupaten Sumbawa sudah mantap. Apakah Kabupaten Sumbawa sudah pasti menjadi lokasi pelaksanaan MXGP? Gubernur mengatakan mudahan-mudahan. ‘’Insya Allah,’’ ucapnya.
Secara terpisah, Advisor MXGP, Happy Harinto, mengatakan, belum bisa bicara panjang lebar. Sebelum segala sesuatunya terkait kegiatan ini sudah jelas. Sebab, banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Namun, pihaknya bersyukur karena pemerintah daerah hingga pusat mendukung event ini. ‘’Tinggal bagaimana kita menjalani ini saja,’’ ucapnya menandaskan. rul






















