Duh! Ayah Meninggal Karena Kanker Lidah, Putu Shakila Dibantu Bupati Tabanan

  • Whatsapp
PENYERAHAN bantuan kepada Putu Shakila Algina (5 tahun) di Banjar Taman Sari, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (13/10/2020). Foto: ist
PENYERAHAN bantuan kepada Putu Shakila Algina (5 tahun) di Banjar Taman Sari, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (13/10/2020). Foto: ist

TABANAN – Kisah pilu datang dari Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan. Putu Sumardika (33 tahun), seorang warga Banjar Taman Sari, beberapa waktu lalu meninggal dunia karena mengidap kanker lidah. Dia meninggal saat menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, Denpasar.

Lebih menyedihkan lagi, almarhum saat ini meninggalkan istri dan seorang anak yang juga dalan kondisi tidak normal. Anak perempuan bernama Putu Shakila Algina tersebut mengalami lemah pada kaki karena lahir prematur. Sampai umurnya yang saat ini sudah 5 tahun, dia tidak bisa berjalan.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi keluarga ini, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, melalui Yayasan Ekalawya pada Selasa (13/10/2020), memberikan tali kasih. Keluarga ini mendapatkan donasi dari Bupati sebesar Rp5 juta dan sembako. Selanjutnya Putu Shakila akan dibantu pengobatan gratis. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban untuk pengobatan adik Putu,” ucap Putu Yuni Widyadnyani (Nuning) selaku Ketua Yayasan Ekalawya sekaligus anggota DPRD Tabanan FraksiPDIP.

Penyerahan bantuan disaksikan oleh Camat Kediri, I Made Murdika; dan Perbekel Desa Pandak, Gede I Gusti Putu Artayasa. Perbekel menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Tabanan, Yayasan Ekalawya, serta segenap pihak yang telah memberikan donasi kepada warganya tersebut. Ia berharap semoga Putu Shakila bisa sembuh dan bisa berjalan seperti anak lainnya.

Baca juga :  Pemprov Bali Kelola Aset Jadi Andalan PAD, Tak Lagi Bergantung pada Pajak Kendaraan Bermotor

Sebelumnya, Putu Sumardika atau yang akrab disapa Putu Lombik, mengidap penyakit kanker lidah. Awalnya Sumardika menderita sariawan yang tak kunjung sembuh. Kemudian dibawa ke rumah sakit dan divonis kanker lidah.

Semakin hari penyakitnya semakin parah. Akhirnya kanker lidah yang dideritanya sudah Stadium 4 yang mengakibatkan dia tidak bisa makan melalui mulut. Hanya berupa cairan yang bisa masuk melalui selang lewat hidung. Sempat dilakukan tindakan operasi di leher untuk memudahkan pernapasannya.

Selama enam bulan Sumardika bolak-balik ke rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan. Sejak saat itu dia tidak bisa bekerja lagi. Istrinya juga sudah tidak bekerja karena mengurus sang suami dan anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga ini banyak dibantu oleh keluarga, sahabat, dan warga terdekat. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.