BULELENG – Pertikaian dua keluarga di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, Jumat (5/3/2022) malam sekitar pukul 23.00 Wita berujung insiden berdarah. Setidaknya ada 6 orang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke rumah sakit. Kedua pihak pun saling melapor ke polisi.
Pertikaian ini terjadi antara keluarga Putu Mas Merta (47) dan keluarga Kadek Arsana alias Toris (50). Diduga persoalan ini karena sebelumnya ada masalah pribadi. Akibat perkelahian itu, Putu Mas Merta pendarahan di otak hingga harus dioperasi. Istrinya Luh Ayu Widiani (47) mengalami luka lebam tangan kanan serta trauma.
Kedua anaknya yakni Kadek Bayu Widana (19) mengalami luka tusuk di perut kiri dan kepala belakang sebelah kiri, dan Komang NM (14) mengalami luka dalam di bagian kepala dan dada. Keempatnya kini dirawat di RSUD Buleleng.
Sementara itu, dari keluarga Kadek Arsana, ada 2 orang yang menjadi korban. Kadek Arsana alias Toris mengalami luka pada bagian kepala atas sebelah kanan dan anaknya yakni Gede Porda (30) mengalami patah tulang tangan kiri. Keduanya sempat dirawat di RS Parama Sidhi Singaraja.
Namun kini mereka menjalani pemeriksaan di Mapolsek Banjar.Kasus ini kini masih ditangani Polsek Banjar. Dalam persoalan ini, dua keluarga terlibat insiden memiliki versi yang justru berbeda.
Menurut penuturan pihak keluarga Putu Mas, perkelahian itu berawal dari Kadek Arsana diduga dalam kondisi mabuk mendatangi rumah dan menantang berkelahi Putu Mas Merta. Ketika itu, Arsana diduga sudah membawa sejumlah senjata tajam seperti parang dan linggis.
Melihat ada keributan dari luar, Kadek Bayu yang merupakan anak Putu Mas pun keluar rumah. Namun Kadek Bayu malah dipegangi sejumlah orang. Bahkan ada seseorang yang langsung memukul kepala Kadek Bayu serta menusuk bagian perut dengan parang.
Melihat anaknya dianiya, Putu Mas dan Komang NM pun keluar untuk menyelamatkan Kadek Bayu. Tiba-tiba saja, kepala Putu Mas dibacok dan anaknya Komang NM juga dipukul pada bagian kepala dan dada menggunakan linggis.
Istri Putu Mas, Luh Widiani, melihat kejadian itu langsung berteriak histeris. Seseorang kemudian membanting Ayu Widiani hingga luka memar. Kadek Bayu dalam kondisi luka sempat kabur ke rumah kerabatnya di dekat SDN 1 Kaliasem untuk meminta bantuan.
“Keluarga kaget. Semua langsung datang ke lokasi kejadian. Kami bawa ke RS Pratama Tangguwisia. Karena kondisinya parah, akhirnya dirujuk ke RSUD,” kata keponakan Putu Mas, Ketut Suartana, ditemui di RSUD Buleleng.
Saat keluarganya tiba di lokasi kejadian, Putu Mas, Ayu Widiani, dan Komang NM sudah didapati berada di teras rumah. Putu Mas dan Komang NM dalam kondisi tak sadarkan diri.
Sementara Widiani dalam kondisi syok. Namun Ayu Widiani masih bisa menceritakan peristiwa hingga membuat laporan ke Mapolsek Banjar.
“Memang dari sebelum pandemi Covid-19 sering ada masalah. Ya, kadang jalan masuk ke rumah keluarga saya itu ditutup pakai batu. Tapi kami tidak meladeni. Warga tahu masalahnya seperti apa. Sekarang puncaknya, sampai keluarga kami dianiaya,” ujar Suartana.
Di sisi lain, adik Kadek Toris, Ketut Darma mengaku tidak mengetahui secara detail kejadian tersebut. “Karena saat kejadian itu gelap, saya dengar ada ribut-ribut. Waktu saya cek, kakak saya sudah duduk dengan kondisi kepalanya berdarah. Anaknya (Gede Porda) tangannya sudah lemas. Langsung saya bawa ke RS Parama Sidhi,” ucap Darma.
Kapolsek Banjar, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, mengatakan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologis kejadian. Pasalnya usai kejadian, baik dari keluarga Putu Mas Merta maupun keluarga Kadek Toris, sama-sama melapor ke Polsek Banjar.
‘’Kami minta waktu penyelidikan untuk memastikan peristiwanya seperti apa. Dari keluarga Putu Mas belum bisa kami minta keterangan karena masih dirawat di RSUD Buleleng. Sedangkan pihak lainnya belum bisa maksimal memberikan keterangan,” terang Kompol Gusti Sudarsana, Sabtu (5/3/2022).
Dalam kasus ini, polisi sudah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam golok, pipa besi, lesung, dan linggis. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi, terutama warga yang ada di sekitar lokasi kejadian,” pungkas Kompol Gusti Sudarsana. rik























