DPRD Bangli Minta BPBD Persiapan Tangani Bencana

I Made Sudiasa. Foto: ist
I Made Sudiasa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Berhubung cuaca ekstrem masih akan terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli diminta melakukan berbagai  persiapan untuk meminimalisir dampak bencana alam. Sebab, Kabupaten Bangli termasuk daerah rawan bencana, mengingat kultur wilayah yang  berbukit-bukit. Harapan itu disampaikan anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa, belum lama berselang.

Dia menjelaskan, sesuai pengalaman, bencana alam hampir terjadi setiap tahun di Kabupaten Bangli. Malahan berkaca dari kejadian tahun sebelumnya, Kabupaten Bangli sempat diterjang bencana alam hebat di Desa Belandingan dan Desa Songan, serta di Desa Sukawana, Kintamani. “Di Bangli sempat terjadi bencana yang sangat luar biasa, sampai merenggut korban jiwa. Berangkat dari kejadian itu,  kita harus waspada dan melakukan persiapan untuk menghadapi bencana,” pinta Sudiasa.

Read More

Lebih jauh disampaikan, di Kabupaten Bangli biasanya cuaca ekstrem terjadi pada akhir tahun dan awal tahun. Karena itu, Pemkab Bangli harus melakukan persiapan matang untuk meminimalisir  dampak bencana tersebut. Dia berharap bencana seperti yang terjadi di Sumatra dan Aceh, tidak terjadi di Kabupaten Bangli.

“Jangan sampai terjadi seperti itu. Kesiapan alat dan  memberikan informasi kepada masyarakat terjadi cuaca ekstrem harus terus dilakukan secara terus menerus, dengan demikian masyarakat bisa siaga,” sarannya.

Sudiasa kemudian menyorot bahwa sementara ini penanganan  bencana di Kabupaten Bangli masih agak lambat. Katakan saja, untuk menangani bencana pohon tumbang,  masyarakat masih menunggu waktu berjam-jam. “Untuk itu, kami minta pihak terkait agar selalu meningkatkan kesiapan. Jangan setelah ada bencana baru kelimpungan,” serunya mengingatkan.

Sebelumnya, Kalak BPBD Kabupaten Bangli, I Wayan Wardana, sempat menyampaikan masih ada sejumlah kendala dalam penanganan bencana alam. Salah satunya adalah lampu penerangan  untuk penanganan bencana di malam hari. Selama ini, dia berujar petugas BPBD, saat ada bencana alam pada malam hari, hanya mengandalkan lampu penerangan dari kendaraan. gia kampungbet kampungbet

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.