POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Aktivitas diving di perairan SD Point Laut Desa Ped, Nusa Penida dibuat berhenti sejenak gegara ditemukannya wisatawan mancanegara (wisman) meninggal dunia pada Minggu (14/1/2024). Wisman yang meninggal dunia bernama Averty Philippe Thierry Pierre (57) asal Prancis.
Menurut keterangan saksi, Fahri Azmani (22), sebagai ABK dan Fathul Mu’in (31) sebagai kapten boat asal Kampung Toya Pakeh, Desa Kampung Toya Pakeh, Kecamatan Nusa Penida, mereka sekitar Pukul 08.30 Wita mengantar korban, istrinya serta seorang temannya menuju perairan SD Point untuk diving. Mereka tiba sekitar pukul 09.15 Wita, dan sekira pukul 09.30 Wita ketiganya diving. Kedua kru tetap berada di atas boat.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta, menjelaskan, sekitar pukul 10.00 Wita pelapor melihat dua orang naik ke permukaan air tanpa sebelumnya ada muncul SNB sebagai pertanda diver akan naik ke permukaan air. Karena itu pelapor tidak tahu yang naik ke atas permukaan air, karena jarak mereka kurang lebih 40 meter sebelah timur dari boat.
Setelah berada di permukaan air, kemudian disusul tiga diver lain muncul ke permukaan air. setelah kurang lebih lima menit di permukaan air, pelapor melihat mereka naik boat Siren yang posisinya dekat dengan mereka. Berselang tiga menit setelah mereka naik ke boat Siren, nakhoda boat Siren menghubungi pelapor bahwa diver yang berada di atas boatnya itu adalah tamu pelapor.
Pelapor lalu mendekat ke boat Siren, dan melihat korban dalam keadaan telentang di atas boat. Beberapa temannya memberi bantuan oksigen dan pernapasan, tapi pada saat itu pelapor melihat korban tidak bereaksi. Dari mulutnya juga mengeluarkan darah dan busa.
Melihat situasi itu, korban selanjutnya dipindahkan ke boat Karma Diving, dan dilarikan ke Pelabuhan Toya Pakeh untuk dibawa ke Klinik Nusa Medical guna mendapat pertolongan medis. Pada saat menuju Klinik Nusa Medical, korban diperkirakan sudah meninggal dunia. baw























