Distan Karangasem Bentuk Satgas Penanggulangan PMK

SALAH seorang peternak di Karangasem tengah memantau kondisi sapinya di kandang, Minggu (3/7/2022). Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bali, dikhawatirkan terus meluas. Foto: ist
SALAH seorang peternak di Karangasem tengah memantau kondisi sapinya di kandang, Minggu (3/7/2022). Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bali, dikhawatirkan terus meluas. Foto: ist

KARANGASEM – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Karangasem dikhawatirkan terus meluas. Di Banjar Dinas Menanga Kawan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang ditemukan empat ekor sapi positif terinfeksi PMK. Sementara di Lingkungan Segara Katon, Kelurahan Karangasem, dari 26 ekor sapi yang diambil sampelnya, tiga ekor dinyatakan positif PMK.

I Wayan Putu, pemelihara empat ekor sapi yang terpapar PMK di Rendang, berujar sebelumnya empat sapi itu dibeli majikannya di Pasar Hewan Bebandem. Sehari setelah dibeli, sapi mulai menunjukkan gejala penyakit seperti bagian mulut melepuh dan mengeluarkan lendir berlebih, bagian kaki di atas kuku mengalami luka.

Read More

“Sapi yang saya pelihara tidak mau makan, karena mulutnya melepuh dan ruam merah seperti keluar darah. Majikan saya kemudian memanggil dokter hewan untuk memeriksa, dan dikatakan ada ciri terserang PMK,” ungkapnya.

Setelah disuntik dan diberi obat serta dirawat telaten, empat ekor sapi itu mulai berangsur sembuh, dan mau makan dengan lahap. Waktu itu, oleh UPTD Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian (Distan) Karangasem, dia ditawarkan untuk menyembelih secara bersyarat atau eliminasi empat ekor sapi tersebut agar wabah tidak menyebar. Tawaran ditolak, karena dia akan menelan kerugian puluhan juta. Sebagai info, satu ekor sapi harganya Rp25 juta.

Di tempat terpisah, sejumlah petani sekaligus peternak sapi di Lingkungan Segara Katon terus mengawasi perkembangan sapi mereka. 70 persen kondisi sapi di Segara Katon membaik setelah mendapat penanganan dokter hewan Dinas Pertanian Karangasem.

Kepala Lingkungan Segara Katon, Dedi Zulkarnaen, yang juga pemilik sapi yang dinyatakan positif PMK, Minggu (3/7/2022) menyebutkan, wabah PMK terdeteksi sejak sekitar dua pekan lalu. Tandanya mulut sapi melepuh, sapi lemas, dan tidak mau makan. “Padahal sapi saya ini sudah di-DP, mau dibeli sama orang, tapi saya kembalikan DP-nya karena kondisi sapinya seperti ini,” keluhnya.

“Sudah ada penanganan dari Dinas Pertanian, sekarang sapi-sapi yang kena PMK 70 persen sudah membaik. Tapi kayaknya ada sapi lain yang juga kena,” sebutnya tanpa merinci lebih jauh.

Mengantisipasi wabah PMK di Karangasem tidak terus meluas, Distan Karangasem membentuk Satgas Penanggulangan PMK. Satgas akan turun ke seluruh kecamatan untuk melakukan penanggulangan dan memutus rantai penyebaran wabah PMK.

Kepala UPTD Kesehatan Hewan, Distan Karangasem, drh. Pande Gede Arya Saputra, Minggu (3/7) memaparkan, saat ini baru ada tujuh ekor sapi yang dinyatakan positif PMK dari hasil pemeriksaan laboratorium. Rencananya pasar hewan di Karangasem, salah satu yang terbesar di Pasar Bebandem, akan ditutup sementara. Seluruh kandang sapi juga akan disemprot disinfektan.

 “Senin (hari ini) kami akan turun lagi untuk melakukan tracing (telusur) sapi-sapi yang ada di lokasi ditemukannya kasus PMK,” bebernya.

Saat ini Pemprov Bali juga mengkarantina seluruh pengiriman sapi. Ini tentu berdampak secara ekonomi terhadap peternak, karena harga sapi diperkirakan akan jatuh. “Dampaknya memang lebih secara ekonomi, karena sapi-sapi dari peternak di Bali, utamanya di Karangasem, dikirim ke Jawa sampai ke Jakarta. Karena lockdown, kemungkinan harga sapi akan turun,” pungkas Saputra.

Secara terpisah, Kapolres Karangasem, AKBP Ricko AA Taruna, Minggu (3/7/2022), mengatakan,untuk menanggulangi kasus PMK,Polres Karangasem memperketat jalur penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem. Polres juga membentuk satgas kecil untuk mengawasi agar tidak ada hewan ternak berkuku genap dikirim ke luar Bali melalui Padangbai.

“Kemarin kami bentuk satgas kecil untuk di Pelabuhan Padangbai, sekaligus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan tidak ada hewan ternak berkuku genap yang dikirim ke luar,” paparnya.

Selain itu, Kapolres mendaku menggelar rapat dengan dinas terkait di Karangasem untuk melaksanakan pengawasan hewan kurban menjelang Idul Adha. Khususnya di tempat penjualan hewan kurban dan di masjid-masjid yang akan melaksanakan pemotongan hewan kurban. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.