POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyebut tidak ada kendala dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SMP sederajat, baik dari kehadiran siswa, pelaksanaan protokol kesehatan, suplai listrik hingga akses internet.
‘’Saya berharap bahwa pelaksanaan ANBK tahun ini berjalan dengan baik dan lancar, karena semua permasalahan telah dimitigasi sebelumnya saat simulasi dan gladi bersih ANBK,’’ ujar Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Senin (25/8/2025).
Pelaksanaan ANBK jenjang SMP sederajat di Kota Denpasar diikuti 3.285 siswa. ANBK diikuti 91 sekolah yang terbagi dalam 2 gelombang, yaitu gelombang 1 pada 25-26 Agustus 2025, dan gelombang 2 pada 27-28 Agustus 2025. Sekolah bisa memilih untuk menyelenggarakan ANBK pada gelombang pertama atau kedua, bergantung kondisi dan kesiapan masing-masing sekolah.
‘’Gelombang 1 diikuti 51 sekolah, dan gelombang 2 diikuti 40 sekolah. Dari 91 sekolah, 90 sekolah mengikuti ANBK secara online, sementara 1 sekolah mengikuti ANBK semi online, yakni SMP PGRI 1 Denpasar,’’ jelas Agung Wiratama.
Menurut Agung Wiratama, dari pantauan di sejumlah sekolah tidak ditemukan kendala dalam pelaksanaan ANBK. Disdikpora Kota Denpasar juga sudah berkoordinasi dengan PLN agar selama asesmen nasional tidak ada upaya pemadaman listrik.
Lebih lanjut dikatakan Agung Wiratama, ANBK ini dilaksanakan sebagai bentuk penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang sekolah dasar dan menengah termasuk SMP. Mutu pendidikan itu dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar seperti literasi, numerasi, dan karakter. Selain itu, terdapat penilaian kualitas proses belajar-mengajar suasana satuan pendidikan.
Penilaiannya didapatkan dengan cara mengerjakan tiga instrumen yang meliputi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Ketiga instrumen tersebut nantinya akan diikuti sebagian peserta didik.
Khusus jenjang SMP diperuntukkan bagi siswa kelas 8 saja yang dipilih secara acak oleh pemerintah. Tujuannya agar siswa dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika masih berada di sekolah tersebut.
ANBK ini sama sekali tidak akan mempengaruhi nilai sekolah siswa karena ditujukan untuk pemetaan kondisi pembelajaran secara nasional. Walau demikian, siswa diminta mengerjakan seluruh soal ANBK dengan jujur.
Khusus untuk ANBK survei lingkungan belajar, tidak hanya dikerjakan oleh siswa tetapi juga oleh seluruh guru dan kepala sekolah. Semua guru dan kepala sekolah wajib mengerjakan survei lingkungan sekolah. tra
























