Diguyur Hujan, Panen Kapas Perdana Dilakukan Lebih Awal

PANEN perdana hasil tanaman budidaya kapas di Dusun Tegal Langlangan, Desa Datah Kecamatan Abang, Karangasem terpaksa dilakukan lebih awal karena diguyur hujan deras beberapa waktu terakhir. Foto: nad

KARANGASEM – Panen perdana hasil tanaman budidaya kapas di Dusun Tegal Langlangan, Desa Datah Kecamatan Abang, Karangasem terpaksa dilakukan lebih awal. Panen prematur dipilih, karena buah kapas yang sedianya dipanen normal diguyur hujan deras beberapa waktu terakhir.

Menurut I Gede Putra selaku pengelola tanaman pohon kapas di Dusun Tegalanglangan, panen kapas dimulai sejak 7 Maret lalu. Yang dipanen buah kapas bawah saja.

Bacaan Lainnya

Buah bawah artinya buah kapas yang kondisinya belum optimal sebenarnya, tapi karena hujan deras terpaksa dipanen ketimbang rusak total. Hasilnya jelas tidak sempurna seperti diinginkan.

“Ini panennya baru tahap satu persen karena faktor cuaca, sehingga kami harus cepat panen meski buah kapasnya belum optimal, tapi masih bisa dimanfaatkan,” tutur Putra yang mengaku Ketua Kelompok Tani Merta Sari Bulakan, Rabu (23/3/2022).

Lebih lanjut diutarakan, hasil panen sementara ditampung di rumah sendiri. Dia bahkan tidak berani meletakkan di tanah, karena posisi kapas yang dipanen harus dalam posisi tidak menyentuh tanah. Jika langsung di tanah pasti akan rusak.

Kini yang dia tunggu adalah untuk mekanisme pemasaran kapas, dan masih menunggu tindakan dari pemerintah. “Pemerintahnya hebat pasti masyarakatnya tidak melarat. Kami masih tunggu tindakan pemerintah upaya pemasaran kapas ini,” paparnya.

Baca juga :  Contingency Fund bagi Bali

Entah bagaimana mekanismenya, dia berkata sudah berusaha koordinasi dengan pihak terkait. Sementara ini pemerintah hanya menyebut aspirasinya masih akan dirapatkan. “Sementara hasil panen kami simpan di rumah, sambil bila cuaca cerah kami keluarkan untuk dijemur supaya kondisinya lebih baik,” cetusnya.

Mengenai harga pasaran, Putra mengisahkan sebelumnya pada tahun 2008 pernah budidaya kapas. Penjualannya normal meski hanya penjualan di wilayah lokal seputar Kubu dengan harga Rp30.000 per kilogram. Untuk kali ini dia masih belum bisa menerka bagaimana mekanisme penjualannya.

Kelompok Tani Merta Sari Bulakan, tegasnya, berjumlah 20 orang dan mendapat lahan lima hektar untuk dibagi ke anggota guna budidaya tanaman kapas. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.