DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar kembali berbangga, enam siswa SMPN 3 Denpasar (Spentri) akan mengikuti kompetisi penelitian dalam ajang Thailand Inventors Day 2023 di Bangkok, Thailand pada 2-6 Februari 2023 mendatang. Kepala SMPN 3 Denpasar, I Gusti Ayu Putu Tirtawati, S.Pd., bersama enam siswa yang akan mengikuti kompetisi memohon doa dan restu Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kamis (26/1/2023), di Kantor Wali Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut Tirtawati; didampingi pendamping dan pembina tim, I Gusti Ayu Putri Sriwati dan Ni Putu Ayu Astuti Wijayanti, mengatakan, enam siswa SMPN 3 Denpasar yang lolos dalam kompetisi ini tergabung dalam satu kelompok. Mereka adalah I Gusti Ayu Kanya Pradivta, Putu Udayani Pradnya Maheswari, Ni Kadek Devi Anjani, Chesta Anindya Radharani, Ni Wayan Githa Lakshmi, dan Kadek Intan Dwi Laksmiantari.
Untuk bisa berkompetisi, tim siswa SMPN 3 Denpasar sebelumnya telah mengirim makalah penelitian ke pihak penyelenggara yakni pihak INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association). Dalam kompetisi kali ini, produk hasil penelitian siswa SMPN 3 Denpasar yaitu terkait pestisida alami dari campuran buah maja, salak, dan sari pati gula.
Diungkapkan, Aegle Zalacca Marmelos merupakan pestisida alami yang terbuat dari campuran hasil fermentasi buah maja, buah salak, dan sari pati gula. Pestisida alami ini berfungsi sebagai alternatif pestisida kimia yang memiliki harga relatif mahal dan melalui hasil literatur.
Sementara, pestisida kimia memiliki banyak dampak negatif yang dapat membahayakan dari segi tumbuhan, lingkungan, dan manusia. Pestisida alami ini dapat mencegah hama kutu putih pada tanaman dan dapat mencegah infeksi pada pernapasan dan kulit bagi petani yang dimana dapat mengurangi dampak negatif dari pestisida kimia.
Penelitian terkait, dari bahan mentah, hasilnya hingga produk jadi akan dipamerkan di sana. Pihaknya berharap bisa menampilkan yang terbaik dan memperoleh hasil terbaik demi mengharumkan nama SMPN 3 Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar tentunya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, sangat mengapresiasi SMPN 3 Denpasar. Menurutnya, siswa-siswa SMPN 3 Denpasar telah mampu membuktikan kemampuannya bersaing di tingkat internasional.
Dengan mengikuti kompetisi penelitian di tingkat internasional ini, diharapkan mampu memberikan motivasi ke sekolah lainnya. “Ini adalah terobosan luar biasa dari SMPN 3 Denpasar, terlebih karyanya mampu bermanfaat, sehingga anak-anak lainnya dapat termotivasi dan semakin menunjukkan karya dengan kreativitas,” terangnya.
‘’Semoga dalam kompetisi ini para siswa mampu memberikan hasil yang terbaik dan Denpasar semakin banyak melahirkan peneliti-peneliti muda,’’ harapnya.
Ketua Komite SMPN 3 Denpasar, I Nyoman Badra, SH., juga mengapresiasi kemampuan bersaing siswa SMPN 3 Denpasar sudah level internasional. Komite sekolah, kata dia, sangat mendukung program positif sekolah untuk melahirkan siswa berprestasi dan berkarakter.
Dari kegiatan tersebut, katanya, diharapkan dapat melahirkan peneliti muda yang mampu menjadi agen perubahan. Kompetisi ini juga sejalan dengan konsep Kurikulum Merdeka Belajar.
Sementara itu, salah satu siswa yang mengikuti kompetisi, I Gusti Ayu Kannya Pradivta, mengaku senang bisa mengikuti kompetisi ini dan akan berusaha mempersembahkan yang terbaik.
‘’Saya berterima kasih kepada pihak sekolah yang sudah membina dan tentunya Wakil Wali Kota Denpasar yang sangat memberikan dukungan untuk kami, semoga kami bisa memberikan hasil terbaik,’’ ungkapnya. tra























