Diatmika-Muntra Bukan Asal Muncul, Disel Jadi Panglima Pemenangan

  • Whatsapp
PAKET Diatmika-Muntra bersama petinggi parpol KRBB saat jumpa pers di DPD Partai Golkar Badung, Kamis (30/7/2020). Foto: gus hendra
PAKET Diatmika-Muntra bersama petinggi parpol KRBB saat jumpa pers di DPD Partai Golkar Badung, Kamis (30/7/2020). Foto: gus hendra

MANGUPURA – Sempat diragukan keseriusan dan komitmen menantang petahana, paket Diatmika-Muntra menjamin kehadiran mereka bukan asal muncul. Adanya aspirasi ingin perubahan di Badung, terlebih karena dihajar pandemi Covid-19 alias Corona, menjadi landasannya.

Ketegasan itu disampaikan bakal calon Bupati Badung, IGN Agung Diatmika, sebelum rapat petinggi Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB) di DPD Partai Golkar Badung, Kamis (30/7/2020).

“Kalau diberi kepercayaan harus siapkan diri menghadapi pilkda. Yang penting komunikasi bersama utk mengemban kepercayaan dari KRBB,” sebutnya didampingi bakal calon Wakil Bupati I Wayan Muntra. Turut hadir Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa; Ketua DPC Partai Gerindra Badung, I Wayan Disel Astawa; Ketua DPD Partai Nasdem Badung, Putu Gede Suyanta; dan Ketua KRBB, AA Bagus Tri Candra Arka.

Baca juga :  Bukti Corona Bisa Dilawan, Empat Pasien Positif Sembuh

Memakai kata ‘Bangkit”, Diatmika berkata yang dimaksud yakni bangkit dari kondisi Badung yang dinilai turun karena pandemi. Semua komponen diajak bangkit kembali menghadapi semua kemungkinan untuk mengatasi pandemi. Semua bermuara kepada menumbuhkan imun masyarakat, sekaligus melanjutkan roda pereknomian.  

Suyasa menambahkan, diksi “bangkit” ditujukan untuk menyadarkan masyarakat Badung yang selama ini terlalu dininabobokan oleh penguasa. Meski pendapatan Badung dikenal besar, tapi itu kebijakan anggaran dipakai untuk tujuan jangka pendek demi kepentingan pribadi dan partai penguasa. Terlepas dampak Corona, faktanya kini keuangan Badung tidak sehat akibat buruknya sistem manajerial keuangan pemerintah.

“Kami ingin memberi kail, bukan ikan atau kasi uang sesaat. Misalnya beri lapangan kerja untuk masyarakat belajar mandiri,” terangnya. “Ini murni warga ingin berubah agar penataan Badung lebih baik ke depan,” imbuh Gung Cok, sapaan akrab Candra Arka.

Baca juga :  2.066 KK Krama Adat Batur Terima Bantuan Sembako

Menurut Muntra, kesiapan dia bersama Diatmika memberi perubahan bisa dilihat dari duduknya mereka di antara petinggi parpol KRBB yang menyerap aspirasi masyarakat. Dia juga bilang semua pihak berhak ikut mewarnai demokrasi di Badung. “Siap 100 persen, kami bukan sekadar ikut (kontestasi),” serunya.

Disel menyambung, semua partai berhak menang dan menjalankan amanah konstitusi, bukan sekadar “mewarnai” politik di Badung. Keseriusan dibuktikan dengan cara menang dan komitmen membangkitkan masyarakat Badung, agar tidak ditipu untuk kepentingan pribadi. “Boleh fanatik, tapi mesti implementasikan kebenaran untuk songsong harapan. Jangan kita fanatik tapi malah roboh,” serunya.

Apakah KRBB tetap mengusung penantang jika sekiranya kondisi keuangan Badung tidak seburuk seperti dikatakan itu? Suyasa menjawab, parpol yang punya wakil di parlemen punya hak memilih dan dipilih. Politik memang untuk mendapat kekuasaan, tapi digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. “Ada tidak ada Corona, kami tetap memilah dan memilih pemimpin baru untuk Badung,” tegasnya.

Baca juga :  “Operasi Senyap” Rekonsiliasi Golkar Bali di Balik Aksi

Usai pertemuan tertutup untuk media, salah satu keputusan KRBB adalah mengangkat Disel Astawa sebagai Ketua Tim Pemenangan Diatmika-Muntra. KRBB juga sudah menyurati induk partai koalisi untuk memproses rekomendasi paket yang diusung. Untuk “Pak Disel tadi ditunjuk koalisi dan beliau bersedia menjadi panglima perang pemenangan,” tandas Gung Cok. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.