Dewan Bangli Ingatkan Penyaluran Bantuan Jangan Dipolitisasi

  • Whatsapp
Foto: RAPAT KOMISI II KOMISI II DPRD Bangli rapat kerja dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangli, Senin (10/8). Foto: gia
Foto: RAPAT KOMISI II KOMISI II DPRD Bangli rapat kerja dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangli, Senin (10/8). Foto: gia

BANGLI – Komisi II DPRD Bangli rapat kerja dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangli, Senin (10/8). Dalam rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi II I Ketut Mastrem didampingi Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles, legislatif kembali mengingatkan agar penyaluran bantuan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangli jangan sampai dipolitisasi untuk kepentingan politis.

Ketua Komisi II DPRD Bangli, I Ketut Mastrem, mendaku banyak mendapat keluhan dari masyarakat akan amburadulnya data yang berhak menerima bantuan di masyarakat. Kondisi ini, diakui terjadi secara nasional. Karena itu, diharapkan kedepan data yang disajikan oleh Dinas Sosial supaya benar-benar valid.

Bacaan Lainnya

‘’Namun untuk good goverment jangan sampai anggaran ini dipolitisasi. Jangan mencari ketenaran politik di atas penderitaan orang lain. Dalam penyaluran bantuan tersebut, jangan sampai ada embel-embel lain,’’ ujarnya.

Hal yang sama juga ditegaskan Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles. Kata dia, selama ini, dalam penyaluran bantuan masih banyak masalah di masyarakat. “Untuk itu, data yang dipergunakan sebaiknya yang telah ditetapkan di desa berdasarkan Musdes. Terlebih, pemahaman masyarakat juga kurang kaitannya dengan banyaknya sumber bantuan sehingga kerap menimbulkan persoalan,’’ jelasnya.

Baca juga :  Rai Iswara Ikuti Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN Dalam Pilkada 2020

Selain itu, pihaknya juga menanyakan sejauh mana realisasi anggaran penanganan Covid-19 yang dikelola Dinsos.

Sementara itu, Kadis Sosial Bangli, I Wayan Karmawan menanggapi sorotan kalangan DPRD ini menyatakan, dalam menyalurkan bantuan telah mengacu atas ketentuan yang berlaku. Dimana, untuk bantuan paket sembako kepada ODP, PDP dan warga yang menjalani karantina berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

Disampaikan juga, sejauh ini pihaknya lebih banyak menjalankan program dari Pusat. Terkait dengan realisasi penggunaan anggaran, kata Karmawan, dari plafon anggaran yang dikelola sebesar Rp5 miliar lebih untuk logistik, yang telah direalisasikan sebesar Rp2,2 miliar lebih. Tahap awal, anggaran direalisasikan untuk bantuak logistik yang disalurkan kepada ODP dan PDP.

Selanjutnya, kepada warga yang menjalani karantina setelah ada rekomendasi Diskes dengan realisasi anggaran Rp665 juta. Berikutnya, logistik untuk PMI yang awalnya disiapkan anggaran Rp1,094 miliar. Sebab, awalnya PMI akan ditempatkan di SKB dan RSJ.

Namun kenyataannya ditempatkan di Klinik Petak hanya sehari saja. Setelah itu ditempatkan di Hotel Kuta, Badung, sehingga hanya bisa terealisasi untuk konsumsi sekitar Rp8 juta. ‘’Tahap pertama kami sudah mengembalikan sisa anggaran sebesar Rp1,3 miliar kepada BKPAD,” jelasnya.

Selain itu, untuk pengembalian tahap II, pihaknya juga mendaku telah menyiapkan pengembalian anggaran sebesar Rp828 juta. ‘’Sisanya masih ada sekitar sebesar 570 juta akan dikelola dan kami proses lebih lanjut untuk pengadaan logistik. Mengingat stok logistik kami masih 40 paket sedangkan permintaan masih begitu banyak,’’ ujarnya.

Baca juga :  Pemerintah Salurkan Bantuan Untuk Atlet

Sedangkan pembagian sembako bersumber dari APBD untuk penanganan covid-19 dengan mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton. Penerima CBP sesuai dengan usulan dari masing-masing desa by name by address. ‘’Itu sebagai dasar usulan ke Bulog. Penerima bantuan tentu seluruhnya masyarakat yang terdampak Covid-19. Dengan prioritas masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Baik berupa BLT, BST, PKH, BPNT, dan sebagainya. Namun seandainya semua sudah mendapatkan, untuk CBP tidak masalah diberikan kepada yang sudah mendapatkan,” jelasnya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.