Dewan Bangli Dorong Pemasangan Tapping Box, Bupati Siapkan Regulasi Imbal Jasa Lingkungan

  • Whatsapp
Foto: RAPAT KERJA BUPATI RAPAT kerja DPRD Bangli bersama Bupati Made Gianyar, di Kantor DPRD Bangli, Senin (27/7) lalu. Foto: gia
Foto: RAPAT KERJA BUPATI RAPAT kerja DPRD Bangli bersama Bupati Made Gianyar, di Kantor DPRD Bangli, Senin (27/7) lalu. Foto: gia

BANGLI – Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, mendorong Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli agar segera menindaklanjuti pemasangan tapping box di hotel dan restoran yang menjadi objek pajak. Upaya ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasi pungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Carles menjelaskan, tapping box merupakan perangkat elektronik untuk mengoptimalisasi kinerja, berkaitan dengan pungutan PAD. Tapping box ini nantinya akan dipasang pada restoran ataupun tempat parkir, sehingga tidak ada potensi kebocoran PAD dalam Pajak Hotel dan Restoran (PHR).

Bacaan Lainnya

“Tahun ini sejatinya sudah dianggarkan. Jadi sebagian dari anggaran Pemda, sebagiannya bantuan dari BPD. Namun karena pandemi Covid-19, anggaran pengadaan alat tersebut masuk dalam kegiatan yang dirasionalisasi. Karenanya kami harap BKPAD segera menindaklanjuti rencana bantuan CSR tersebut. Apalagi sudah dijanjikan sejak tahun 2019,” ungkap Carles usai rapat kerja DPRD Bangli dengan Bupati Bangli, I Made Gianyar, Senin (27/7) lalu.

Bupati Bangli, I Made Gianyar, mengancam akan mengurug pangkung jika Bangli tidak mendapat kontribusi atas pemanfaatan air yang bersumber dari Bangli.

Bupati mengambil langkah serius dengan merancang regulasi imbal jasa lingkungan. Rancangan regulasi itu disampaikan saat rapat kerja DPRD Bangli, Senin (27/7) lalu.

Baca juga :  Tindaklanjuti Intruksi Presiden, Mendagri dan SE Gubernur, Rai Mantra Libatkan Semua Komponen Masyarakat

Sementara itu, Bupati Bangli, I Made Gianyar, bersama DPRD Bangli telah melakukan pembahasan regulasi imbal jasa lingkungan. Sebab air yang bersumber dari Bangli juga dimanfaatkan oleh kabupaten lainnya di Bali.

Bupati menginginkan Bangli mendapat kontribusi untuk pendapatan asli daerah, bukan semata menerima bantuan. Bupati Made Gianyar juga akan berkomunikasi dengan kepala daerah lainnya. ‘’Kami akan pasang water meter untuk mengetahui berapa air yang dimanfaatkan kabupaten lain. Hasilnya akan kami koordinasikan dengan bupatinya,’’ tegas Bupati Made Gianyar.

Menurut Bupati Made Gianyar, pada anggaran perubahan ini dianggarkan untuk study imbal jasa lingkungan menggandeng akademisi dari Undiksha. Nantinya akan ada produk hukum dalam bentuk perda. Teknisnya masih dalam pembahasan. “Kami juga akan konsultasikan ke provinsi karena menyangkut antar kabupaten,” ujarnya.

Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini menyebutkan, jika tidak bisa dalam bentuk kontribusi, bisa saja antar PDAM melakukan kerjasama. Sehingga nantinya ada pendapatan masuk ke PDAM dan menjadi pendapatan daerah. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.