Dewa Nida Nilai Demer Layak Nakhodai Golkar Bali, Sugawa Disarankan Jadi Sesepuh Partai

Dewa Nida. Foto: ist
Dewa Nida. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Jadwal resmi Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Bali sampai sekarang belum turun. Meski demikian, aura kompetisi memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Bali tercium kuat. Dua sosok senior, Nyoman Sugawa Korry selaku petahana dan Gde Sumarjaya Linggih, disebut bersaing ketat memimpin partai di Bali. Siapa yang lebih layak nakhoda untuk lima tahun ke depan?

Bagi Wasekjen DPP MKGR, Dewa Made Widiasa Nida, dua nama itu memang layak menduduki posisi Ketua. Namun, dia menilai Demer, sapaan akrab Sumarjaya Linggih, lebih layak tinimbang Sugawa Korry. “Ke depan, Golkar untuk tetap bisa bersaing dengan PDIP sebagai partai penguasa di Bali, perlu sosok dengan ketokohan kuat. Juga sekurang-kurangnya memegang jabatan politik,” cetusnya, Senin (5/5/2025).

Bacaan Lainnya

Dewa Nida beralasan, Wayan Koster selaku Ketua DPD PDIP Bali saat ini menjabat Gubernur Bali. Karena itu, sambungnya, Ketua Golkar Bali juga seyogianya adalah sosok yang memegang jabatan politik pula. Yang memenuhi kriteria itu adalah Demer, yang saat ini untuk kali kelima menjabat anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali.

Sebagai politisi dengan pengalaman puluhan tahun di Senayan, dia yakin Demer dapat meningkatkan prestasi Golkar Bali di Pemilu 2029 nanti. Ini sebagai tantangan besar, mengingat pada Pemilu 2024 lalu di era kepemimpinan Sugawa Korry, posisi Golkar melorot ke peringkat ketiga dalam perolehan kursi di DPRD Bali. “Setelah Reformasi, dulu-dulu Golkar selalu peringkat kedua di bawah PDIP. Ini pertama kali dalam sejarah posisi Golkar turun jadi peringkat ketiga,” sesalnya.

Selain itu, sambungnya, jumlah anggota DPR RI juga menurun dari sebelumnya dua menjadi semata wayang. Catatan minor Sugawa Korry juga bertambah, ulasnya, dengan banyaknya calon-calon yang diusung Golkar pada Pilkada Serentak 2024 di Bali menderita kekalahan. Pendek kata, Sugawa dipandang gagal mendongkrak prestasi Golkar Bali.

“Sugawa Korry gagal dalam mengelola manajemen konflik di internal partai, dan cenderung banyak membuat kebijakan yang merugikan kepentingan Partai Golkar Bali,” tudingnya.

Berkaca dari catatan kekurangan tersebut, Dewa Nida minta Sugawa Korry introspeksi diri dan tahu diri untuk maju kembali dalam Musda mendatang. Sugawa yang tidak mengampu jabatan politik hasil pemilu dipandang rentan membuat posisi Golkar Bali kurang strategis. Apalagi secara personal Sugawa gagal lolos ke DPR RI saat Pileg 2024, juga kalah sebagai calon Bupati pada Pilkada Buleleng 2024 lalu.

“Maju sebagai calon anggota DPR RI, kalah. Lalu diberi hak politik lagi secara eksklusif untuk maju sebagai calon Bupati Buleleng, juga kalah. Sebagai kader Golkar dan Wasekjen MKGR, saya mengingatkan dia agar evaluasi diri,” sergahnya.

Entah serius atau menyindir, Dewa Nida mengingatkan Sugawa yang kini berusia 68 tahun sudah tidak muda lagi. Karena itu sebaiknya tut wuri handayani dan memberi kesempatan yang lebih muda untuk berkarya. Dengan usia belum genap 60 tahun, Demer diyakini jauh lebih enerjik memimpin partai. Pun Demer memiliki pergaulan luas di kalangan tokoh Bali dan nasional.

“Karena itu, lebih baik beri kesempatan kepada yang lebih muda. Sugawa Korry kelak bisa menjadi sesepuh partai,” sarannya memungkasi. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses