Desa Adat Kutuh Gelar Ritual Pembersihan, Jelang Pelaksanaan Era Baru di Pantai Pandawa

Foto: Bendesa dan Prajuru Desa Adat Kutuh Bersama Pangurus Pantai Pandawa dan Panitia New Normal Pantai Pandawa menggelar ritual Mapakelem di Pantai
BENDESA dan Prajuru Desa Adat Kutuh Bersama Pangurus Pantai Pandawa dan Panitia New Normal Pantai Pandawa menggelar ritual Mapakelem di Pantai. foto: ist

MANGUPURA – Jelang pelaksanaan New Normal Era yang dilakukan secara bertahap mulai Kamis (9/7/2020), Desa Adat Kutuh menggelar upacara Caru Eka Sata di Catus Pata Desa dan Mapakelem di Pantai Pandawa Rabu (8/7/2020) sore.

Tujuan dari upacara tersebut adalah untuk memohon restu dan beeterimakasih secara niskala kepada sang pencipta, atas kembali dibukanya kembali operasional Pantai Pandawa dan Gunung Payung Cultural Park, serta ‘mareresik’secara niskala.

Bacaan Lainnya

Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir menerangkan, segala persiapan dalam menyambut kembali operasional Pantai Pandawa sudah berjalan dengan baik, mengacu kepada standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mulai Kamis (9/7/2020), operasional pantai Pandawa siap dibuka kembali pada pukul 07.00 Wita dengan seremonial pelepasan balon ke udara. Selama 3 hari kunjungan ke pantai Pandawa, pengunjung tidak akan dikenakan tiket masuk, begitupula tiket parkir. “Kamis, Jumat dan Sabtu kita berikan free tiket kepada pengunjung. Setelah itu kembali normal sebagaimana mestinya,”ujarnya.

Selama berkunjung ke pantai Pandawa, wisatawan diwajibkan untuk mematuhi standar protokol kesehatan pencegahan Covid,-19 yang diberlakukan. Seperti halnya memakai masker, melaksanakan pemeriksaan suhu tubuh, serta rutin mencuci tangan. Jika seandainya ada pengunjung yang sakit, pihaknya juga sudah menyediakan klinik di Pantai Pandawa.

“Jadi pengunjung harus mengikuti protokoler kesehatan yang diberlakukan. Baik saat beraktifitas, maupun berbelanja di Pantai pandawa,”tegasnya sembari menerangkan pada tanggal 11 Juli nanti, Gubernur Bali, Bupati Badung dan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Menparekraf akan berkunjung ke pantai Pandawa.

Sementara Ketua Panitia New Normal Pantai Pandawa, Wayan Duarta menerangkan, pihaknya selama ini telah fokus dalam menyiapkan standar protokol kesehatan yang ditetapkan di era new normal, termasuk melengkapi segala sarana dan prasarananya.

Tim verifikasi dari Pemkab Badung juga sudah menilai atas kesiapan tersebut, hasilnya secara umum Pantai Pandawa berhasil memperoleh hasil terbaik dengan Uluwatu. Sehingga pihaknya mengaku tinggal menunggu sertifikat yang akan diberikan Pemkab Badung nantinya.

“Tentu kami sangat bersyukur mendapatkan hasil terbaik. Selaku destinasi tonggak penyangga utama pariwisata di era new normal, tentu ini sebuah penghargaan bagi kami. Sekaligus tanggungjawab dan tugas berat bagi kami, untuk benar-benar meyakinkan bahwa kita siap dengan tatanan baru dan tidak ada lagi gelombang Covid-19 tahap kedua,”ungkapnya.

Secara bertahap, berjenjang dan terstruktur, pihaknya telah mematangkan segala kesiapan di lapangan. Baik secara SDM, protokoler, sarana prasarana, serta monitoring dan evaluasi di lapangan. Dalam penerpana new normal era nanti, panitia new normal Pantai Pandawa juga akan selalu piket mengawasi dan mengontrol protokoler Covid-19 bisa berjalan dengan baik. Hal itu demi membiasakan masyarakat akan tatanan pola kehidupan baru, sebelum nantinya siap untuk dilepas secara mandiri.

Untuk dibukanya kembali operasional pantai Pandawa secara normal, nantinya gerbang masuk ke Pantai Pandawa akan diatur secara berjenjang. Pada gate pertama merupakan zona zona pengecekan suhu dan masker, sehingga ketika ditemukan adanya pelanggaran atau suhu tubuh pengunjung melebihi 37 drajat calcius maka mereka akan langsung ditolak. Setelah mereka lolos pemeriksaan tersebut barulah mereka masuk pada gate kedua, yaitu pembelian tiket.

Selain itu, pihaknya juga akan rutin memberikan arahan informasi melalui pengeras suara, tentang protokoler kesehatan pencegahan Covid-19 yang diberlakukan di pantai Pandawa. Informasi tersrbut akan disetup secara otomatis dengan mempergunakan 4 bahasa yaitu Bali, Indonesia, Inggris dan mandarin.

“Kita juga berlakukan pembatasan jumlah pengunjung di kawasan dan parkiran. Jadi ada batas kuota maksimum untuk masuk ke kawasan, jika sudah melebihi maka kita akan atur ke area yang masih memungkinkan. Tapi kalau sudah tidak memungkinkan maka terpaksa kita tolak dan arahkan berkunjung keesokan harinya. Jadi pada intinya kita akan selalu kontrol dan awasi di lapangan pergerakan pengunjung,” paparnya sembari menerangkan pada tanggal 11 Juli emoney QRis dari bank mandiri akan dilaunching di pantai Pandawa sekaligus Gubernur Bali akan merilis kesiapan tonggak awal pariwisata Bali siap untuk dibuka kembali. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses