Denpasar Upayakan ”Three Zero” HIV/AIDS pada 2030

WAWALI I Kadek Agus Arya Wibawa sekaligus Ketua Pelaksana KPA Kota Denpasar, menghadiri pelaksanaan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) pada Sabtu (28/5/2022) di aula SMPN 10 Denpasar. Foto: tra
WAWALI I Kadek Agus Arya Wibawa sekaligus Ketua Pelaksana KPA Kota Denpasar, menghadiri pelaksanaan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) pada Sabtu (28/5/2022) di aula SMPN 10 Denpasar. Foto: tra

DENPASAR – Perkembangan kasus HIV/AIDS di Denpasar, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Di mana hingga Maret 2022 tercatat sebanyak 14.111 kasus. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam acara Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) pada Sabtu (28/5/2022) malam di aula SMPN 10 Denpasar.

Acara MRAN ini dilaksanakan secara luring dengan melibatkan OPD, lembaga peduli AIDS, layanan HIV, KDPAN, KSPAN, dan masyarakat peduli AIDS. Acara MRAN diisi pentas musikalisasi puisi dan pembacaan surat untuk ODHA dari siswa SMPN 10 Denpasar. Berikutnya, refleksi MRAN 2022, penayangan video dukungan dan harapan. Dan, acara puncak diisi dengan penyalaan lilin bersama dan menyanyikan lagi “Lilin Kecil”.

Bacaan Lainnya

Arya Wibawa yang juga Wakil Wali Kota Denpasar ini menambahkan, dari 14.111 kasus, terdiri dari 7.992 kasus HIV dan AIDS sebanyak 6.119 kasus. Dari data tersebut 232 di antaranya meninggal karena AIDS.

Setiap tahun di bulan Mei, berbagai lembaga dan masyarakat peduli HIV dan AIDS secara rutin memperingati MRAN. Kegiatan ini merupakan partisipasi masyarakat peduli HIV dan AIDS atas aksi internasional Candlelight Memorial dengan tujuan untuk menyatukan semua orang dalam memikirkan dan merenungi epidemi HIV dan AIDS yang sudah banyak menyebabkan kematian serta menguras energi dalam penanggulangannya.

Arya Wibawa mengatakan tema MRAN Tahun 2022 adalah “Keeping the light, honoring the rights, radiating pride” yang artinya tetap menjaga harapan, hargai semua, kobarkan semangat jangan sampai pudar.

‘’Tema ini mengisyaratkan kita dapat memaknai bahwa semua orang harus tetap menjaga harapan, menghormati hak asasi manusia dan tetap melanjutkan memerangi isu stigma dan diskriminasi,’’ katanya.

Arya Wibawa menambahkan, sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menghormati dan memenuhi hak-hak kesehatan masyarakat termasuk orang dengan HIV/AIDS adalah dengan penyediaan anggaran yang memadai dan terukur serta penyediaan layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ia menegaskan, tantangan ke depan adalah bagaimana mewujudkan tujuan penanggulangan HIV/ AIDS yaitu Three Zero (Zero New Infektion, Zero HIV-related Death dan Zero Discrimination) di tahun 2030.

‘’Mengingat waktu yang semakin singkat, saya minta kita untuk bersama-sama berbuat lebih banyak demi menghentikan laju epidemi HIV/AIDS dengan semakin mengintensifkan edukasi dan sosialisasi di sekolah-sekolah melalui KSPAN, termasuk melibatkan PKK sebagai Kader Desa Peduli AIDS dan Narkoba untuk bergerak masih menyosialisasikan bahaya narkoba dan HIV/AIDS di lingkungan keluarga dan sekitar,’’ lugasnya.

Ketua Panitia yang juga Sekretaris KPA Kota Denpasar, Tri Indarti, SKM., mengatakan, penyelenggaraan kegiatan MRAN 2022 ini untuk untuk mengenang saudara yang telah meninggal karena AIDS serta untuk memberi dukungan kepada mereka yang masih hidup dengan HIV agar mereka tetap otimis dan terus semangat dalam melanjutkan kehidupan yang lebih berkualitas. ‘’Tujuannya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pihak yang telah melakukan upaya pencegahan dan penanggunalan HIV/AIDS, upaya edukaksi untuk membangkitkan kesadaran semua pihak untuk menghindari risiko penularan HIV/AIDS. Disamping menumbuhkan kesadaran masyarakat akan ancaman bahaya HIV/AIDS di sekelilingnya. Dan, menggalang partisipasi multipihak untuk penanggulangan AIDS serta menyetop stigma dan diskriminiasi,’’ ujarnya memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses