Denpasar Perkuat Pendidikan Inklusi, Guru Didorong Ubah Paradigma dari Beban Menjadi Tantangan

KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, foto bersama guru-guru usai membuka Workshop Penguatan Kompetensi Guru dengan tema “Pendidikan Inklusi Pada Jenjang Sekolah Dasar” di Aula Disdikpora Kota Denpasar, Kamis (27/8/2026). Foto: ist
KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, foto bersama guru-guru usai membuka Workshop Penguatan Kompetensi Guru dengan tema “Pendidikan Inklusi Pada Jenjang Sekolah Dasar” di Aula Disdikpora Kota Denpasar, Kamis (27/8/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kebudayaan (Disdikpora) Kota Denpasar terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi seluruh peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Penguatan Kompetensi Guru dengan tema “Pendidikan Inklusi Pada Jenjang Sekolah Dasar” yang dilaksanakan selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, di Aula Disdikpora Kota Denpasar. Kegiatan diikuti guru dari satuan pendidikan sekolah dasar di seluruh kecamatan se-Kota Denpasar.

Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, dalam arahannya saat membuka workshop menegaskan, pendidikan merupakan hak setiap anak, termasuk anak yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang beragam. Sekolah Dasar sebagai salah satu fondasi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar pendidikan inklusi bukan hanya tentang menerima peserta didik dengan kebutuhan khusus di sekolah, tetapi juga tentang bagaimana sebagai pendidik mampu memahami keberagaman, memberikan pelayanan sesuai kebutuhan setiap anak, menciptakan pembelajaran yang adaptif, serta membangun budaya sekolah yang menghargai setiap perbedaan.

Read More

‘’Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam keberhasilan pelaksanaan pendidikan inklusi. Guru dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai karakteristik peserta didik, mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar, melakukan penyesuaian pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang mendorong semua peserta didik untuk terlibat secara aktif,’’ ungkapnya.

Agung Wirama mendorong guru untuk membangun pola pikir positif dalam memberikan layanan kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Menurutnya, keberadaan peserta didik dengan kebutuhan yang beragam tidak semestinya dilihat sebagai hambatan, tetapi menjadi tantangan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat kompetensi pendidik.

“Jangan melihat perbedaan sebagai beban. Jadikan perbedaan sebagai tantangan untuk meningkatkan kemampuan kita sebagai guru. Ketika guru mampu mengubah cara pandang, maka akan lahir pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan berpihak kepada kebutuhan anak,” ujarnya.

Oleh karena itu, ditegaskan Agung Wiratama, workshop ini menjadi momentum yang sangat penting bagi pendidik untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dalam melaksanakan pendidikan inklusi di jenjang Sekolah Dasar. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dapat memperoleh wawasan dan strategi yang dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran maupun dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Kota Denpasar, Ida Ayu Putu Mirah Ulantari, mengatakan, Disdikpora Kota Denpasar berharap terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen di kalangan guru dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi di Sekolah Dasar. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan inklusi agar sekolah mampu memberikan layanan yang lebih adaptif, humanis, dan berpihak pada kebutuhan setiap peserta didik.

‘’Dengan perubahan paradigma dan peningkatan kapasitas guru, pendidikan inklusi di Kota Denpasar diharapkan semakin nyata dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga tidak ada anak yang merasa berbeda dalam memperoleh haknya untuk belajar dan berkembang,’’ pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.