Demi Masyarakat-Pariwisata, Batu Kapur Nusa Penida Bukan Tandingan TNI

TNI dan warga Nusa Penida bergotong royong meratakan bukit kapur untuk membuat akses jalan, dalam program TMMD ke-131 di tiga desa di wilayah Nusa Penida, Klungkung. Foto: ist
TNI dan warga Nusa Penida bergotong royong meratakan bukit kapur untuk membuat akses jalan, dalam program TMMD ke-131 di tiga desa di wilayah Nusa Penida, Klungkung. Foto: ist

KLUNGKUNG – Sampai dengan Mei 2022, 113 kali TNI menghadirkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program tahunan ini dirasa cukup membawa dampak meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan pulau terluar. “TMMD dengan pendanaan APBD telah sesuai ketentuan yang berlaku. Sesuai fungsinya, TNI membantu pemda mewujudkan percepatan pembangunan di daerah pedesaan maupun terisolir,” kata Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav. Antonius Totok YP, Senin (6/6/2022).

Dengan sinergi dan koordinasi bersama Pemkab Klungkung dan stakeholder terkait, program TMMD ke-113 dilangsungkan di Kecamatan Nusa Penida pada Rabu (11/5/2022). Sasarannya tiga desa yang letak geografisnya berada di kepulauan kecil, dan sebagian besar struktur wilayahnya merupakan batu karang dan kapur dengan lapisan tanah tipis. Namun, kondisi tersebut bukan tandingan untuk prajurit TNI membantu masyarakat.

Read More

Nusa Penida, sambung Kapendam, merupakan salah satu daerah di Bali yang jadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun internasional, dengan keindahan alam pegunungan maupun laut. Nusa Penida juga tujuan spiritual bagi masyarakat Hindu di Bali.

Hanya, ulasnya, membeludaknya wisatawan ke pulau seluas 209,4 km persegi tersebut membuat jalanan macet di semua tempat. Kondisi itu gegara belum maksimalnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai penunjang transportasi, baik dalam pengembangan sektor pariwisata maupun akses aktivitas masyarakat.

“Maka sangat tepat bila program TMMD hadir, dan sebelumnya didahului kegiatan pra-TMMD sebagai maksud agar tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran di Desa Batukandik, Desa Sakti, dan Desa Mekar,” papar alumnus Akmil 1998 tersebut.

TMMD di tiga desa itu diakui tidak mudah, karena Satgas TMMD bersama masyarakat mesti meratakan daerah perbukitan batu kapur yang keras dan tandus, untuk membuka akses jalan pendekat yang mudah dilalui. Saat masih dalam proses pengerjaan akses jalan, kisahnya, masyarakat sudah memanfaatkan jalan tersebut. Misalnya saat anak-anak berangkat sekolah, mereka dapat menikmati indahnya suasana perbukitan pada pagi hari.

“Hal ini bukti bahwa hasil TMMD sangat dinanti masyarakat setempat,” tegasnya.

Semua hal itu, ulasnya, akan terwujud bila setiap orang yang terlibat TMMD memiliki keikhlasan dan frekuensi pemikiran yang sama untuk maju. Dia berharap dengan terbukanya akses jalan melalui TMMD, dapat membuka harapan baru bagi masyarakat untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada.

“Melalui program TMMD ini, kami juga berharap dapat membangkitkan dan mendorong percepatan program pemerintah. Ini dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan perekonomian masyarakat, terutama di pedesaan, terpencil, perbatasan maupun terluar,” pungkasnya. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.