POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Fragmen satu babak gejolak pencalegan PDIP dari Dapil Badung, berakhir dengan akhir menyenangkan. Pencalonan I Bagus Alit Sucipta (Gus Bota), Yunita Oktarini dan Wayan Regep dinormalisasi oleh DPP. Secara otomatis, Gus Bota yang sebelumnya sempat “lenyap” dari Daftar Calon Sementara (DCS), kini tetap dicalonkan ke DPRD Bali sesuai usulan DPC PDIP Badung. Yunita dan Regep juga kembali masuk untuk kontestasi di DPRD Badung.
Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Tjokorda Gede Agung, membenarkan bahwa nama Gus Bota masuk menjadi caleg untuk DPRD Bali dari Dapil Badung. “Nggih, namanya sudah masuk sesuai usulan DPC Badung. Niki (ini) kami lagi proses untuk pendaftaran ke KPU Bali. Rencananya kami tanggal 11 Mei mendaftar, serentak dari DPD dan DPC seluruh Bali,” jelasnya saat dihubungi, Senin (8/5/2023).
“Rencananya dari DPD kami jalan kaki ke KPU Bali, kebetulan dekat juga, diiringi parade budaya. Pendaftaran dipimpin Pak Ketua DPD (I Wayan Koster) dan seluruh caleg DPRD Provinsi dari semua dapil, total ada 55 caleg,” sambung Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali itu.
Selain Gus Bota, dia juga mengiyakan nama Yunita dan Regep tetap masuk sesuai usulan awal. Hanya, Tjok Agung tidak bersedia berkomentar mengenai pertimbangan mengapa tiga nama itu sempat dicoret DPP pada pekan lalu. “Urusan itu sudah klir, sudah ditangani Ibu Ketum. Faktanya sekarang usulan caleg dari Badung sudah diterima, saya rasa tidak relevan lagi menanyakan hal yang kemarin terjadi,” jawabnya diplomatis.
Disinggung Kadek Diana dan Kadek Dwi, masing-masing petahana Dapil Gianyar dan Klungkung, tidak lagi dicalonkan, Tjok Agung menjawab sejauh ini tidak menemukan nama keduanya dalam DCS. “Nanti saat pendaftaran baru bisa kita pastikan apakah mereka dicalonkan kembali atau tidak. DCS seluruh Bali sudah selesai semua. Yang jelas sejauh ini saya tidak melihat nama mereka (di DCS),” tegasnya.
Terkait kepastian dicalonkan kembali, Gus Bota yang dimintai konfirmasi juga membenarkan. “Nggih, tyang dapat WA (Whatsapp) dari DPP,” singkatnya saat dimintai konfirmasi, Senin (8/5/2023).
Berdasarkan data yang dihimpun, untuk pencalonan DPRD Badung, Yunita pindah ke Dapil Abiansemal dan menempati nomor urut 3. Dia satu dapil dengan Alit Yandinata di urutan 5, yang pada akhir tahun 2022 lalu bikin heboh di Badung. Bersama Nyoman Satria dan sejumlah anggota Fraksi PDIP Badung, Alit Yandinata manuver dengan datang ke Jaya Sabha menemui serta menyuarakan Koster dua periode.
Nyoman Satria, pendulang 20 ribu suara lebih pada Pemilu 2019 dan dilabeli menentang Giri Prasta, menempati nomor urut 2 untuk di Dapil Mengwi. Di dapil ini Satria mendapat “pengawalan ketat” dari loyalis Giri Prasta yakni Wayan Regep yang menempati nomor urut 4.
Untuk pencalonan ke DPR RI, terbetik kabar petahana Made Urip dan Agung Rai Wirajaya tetap masuk dalam usulan PDIP. Di sisi lain, ada lima nama pendatang baru juga masuk yakni Adi Wiryatama, IGA Diah Werdhi Srikandi, dan IGA Aries Sujati, IGP Budiarta, dan Sagung Ratu juga masuk usulan. Dengan demikian total ada 11 nama caleg dari kuota 9 kursi.
Adi Wiryatama yang dihubungi soal adanya kuota 120 persen untuk usulan ke DPR RI, menolak berkomentar. “Waduh, saya hanya mengurus pencalonan saya saja. Yang jelas saya dapat WA, dapat surat tugas, ya itu saja yang saya tahu. Kalau soal calon lain, tidak etis saya berkomentar. Silakan tanya ke DPD saja,” elak Ketua DPRD Bali tersebut.
Bendahara DPD PDIP, Dewa Made Mahayadnya, yang dimintai tanggapan, mengaku tidak tahu soal rumor itu. “Belum terima SK. Nanti tanggal 10 Mei SK-nya diberitakan, kami press rilis nanti,” jawabnya singkat. hen























