Dari “Workshop” Kurikulum Merdeka di SMPN 12 Denpasar, Sederhana dan Mendalam, Fokus Membentuk Tumbuh Kembang Anak Secara Holistik

KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, foto bersama dengan I Gusti Ngurah Pariadnyana, dan para guru saat membuka worskhop Review Kurikulum 2013 serta Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 12 Denpasar. Foto: tra
KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, foto bersama dengan I Gusti Ngurah Pariadnyana, dan para guru saat membuka worskhop Review Kurikulum 2013 serta Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 12 Denpasar. Foto: tra

DENPASAR – Mulai tahun ajaran 2022/2023 mendatang, SMPN 12 Denpasar sudah siap menerapkan Kurikulum Merdeka. Tahun pertama kurikulum anyar tersebut diterapkan bagi siswa kelas VII.

Sebagai salah satu persiapan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka ini, SMPN 12 Denpasar melibatkan semua guru mengikuti workshop Review Kurikulum 2013 serta Implementasi Kurikulum Merdeka. Agenda workshop mengambil tema “Review Kurikulum 2013 serta Implementasi Kurikulum Merdeka, Bergerak dari Hati Menuju Merdeka Belajar”, berlangsung selama 4 hari, dari Rabu – Jumat, 25-28 Mei 2022.

Read More

Plt. Kepala SMPN 12 Denpasar,  I Gusti Ngurah Pariadnyana, S.S.; didampingi Ketua Panitia Workshop sekaligus Kaur Kurikulum, Ni Wayan Mariyati, S.Pd., serta  Waka Kesiswaan, IA Komang Witariani, S.Pd., M.Pd.;  Waka Humas, Ni Luh Putu Swantini Dewi, S.Pd., M.Pd.; dan Waka Sarpras, Ni Nyoman Ayu Prihatini, S.Pd., mengatakan, pelaksanaan workshop ini sebagai salah satu langkah untuk me-review kembali dokumen kurikulum dan disempurnakan sehingga dapat dipakai acuan pada tahun ajaran 2022/2023, serta sebagai sarana untuk penguatan pembelajaran bagi guru terutama guru kelas VII yang nantinya akan menerapkan Kurikulum Merdeka.  Juga memiliki pemahaman tentang konsep Profil Pelajar Pancasila serta memahami model pembelajaran project based learning.

Ia juga memotivasi para guru untuk terus dinamis dengan perkembangan dunia pendidikan dengan menguasai pedagogik dan IT. Di era globalisasi termasuk di dalamnya literasi digital yang begitu pesat, para guru juga terus didorong untuk terus berkembang.

Jika hanya diam saja, sambungnya, maka akan kalah dengan keadaan. ‘’Guru selalu kita dorong harus selalu aktif dan dinamis dengan perubahan, termasuk kurikulum,’’ lugasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., saat membuka workshop menjelaskan kembali dinamika kurikulum sejak tahun 1947-2022. Kurikulum Merdeka adalah nama kurikulum yang sebelumnya disebut dengan Kurikulum Prototipe.

Menurut Agung Wiratana, tidak ada istilah kelinci percobaan dalam pendidikan. Dia mengatakan, gagasan Kurikulum Merdeka adalah respons atas perubahan yang begitu cepat. Kurikulum Merdeka adalah metode baru yang diberlakukan Kemendikbudristek dengan muatan kurikulum yang diajarkan lebih sederhana dan mendalam.

Karenanya, ia mengingatkan agar para guru tidak perlu khawatir terhadap penerapan Kurikulum Merdeka, sebab kurikulum ini dirancang untuk memudahkan guru mengajar dan siswa belajar. Prinsipnya, sambung Agung Wiratama, Kurikulum Merdeka akan fokus membentuk tumbuh kembang anak secara holistik.

Kurikulum Merdeka, sebut Wiratama, memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, Kurikulum Merdeka akan fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik sesuai fasenya.

Pola pembelajaran pun lebih banyak pada terapan yang menyenangkan. Dengan pola itu, siswa akan didorong lebih banyak berinteraksi di sekolah. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.