POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) Hadi Tjahjanto menargetkan medali emas dari nomor kumite pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus menantang atlet kata Merah Putih untuk menaklukkan kekuatan tuan rumah Jepang.
“Harapan kami yang jelas, yang sudah pasti kita dapatkan adalah emas untuk kumite. Kami tadi juga sudah challenge para atlet supaya bisa mendapatkan emas untuk nomor kata, bisa mengalahkan Jepang,” kata Hadi dalam acara pelepasan tim karate Indonesia menuju Asian Games 2026 di Jakarta, Senin.
Hadi menyebut Leica Al Humaira Lubis menjadi salah satu tumpuan utama untuk merebut medali emas dari nomor kumite, sedangkan Christopher Edbert Setiabudi diharapkan memberikan hasil serupa pada nomor kata.
“Yang ditargetkan emas adalah Leica di kumite. Untuk satu lagi, yang kata kita juga mengharapkan emas dari Christo. Saya lihat di lapangan, saya yakin mereka bisa mendapatkan,” ujarnya.
Leica berangkat ke Jepang dengan modal medali emas kelas kumite putri +68 kg pada Kejuaraan Asia Karate (AKF) 2026 di Bali pada Juni lalu. Sementara Christo sebelumnya meraih medali emas kata perorangan putra senior pada Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) 2026 di Ninh Binh, Vietnam.
Hadi menilai Jepang menjadi salah satu kekuatan yang harus diwaspadai Indonesia, terlebih tuan rumah memiliki tradisi kuat dalam karate. “Kalau kita lihat di event-event sebelumnya memang salah satu yang paling kuat adalah Jepang. Kalau kita bisa mengalahkan Jepang, itu kebanggaan kita semua,” ucap Hadi, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
PB Forki menyiapkan enam karateka untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka adalah Christopher Edbert Setiabudi pada kata putra, Marzella Sekar Damayanti pada kata putri, Daniel Hutapea pada kumite +84 kg putra, M. Tegar Januar pada kumite -55 kg putra, Leica Al Humaira Lubis pada kumite +68 kg putri, serta Cok Istri Sanistya Rani pada kumite -55 kg putri.
Menurut Hadi, persiapan tim telah berlangsung sekitar tujuh bulan dengan tidak hanya mengasah kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga mempelajari kekuatan lawan serta strategi yang akan diterapkan dalam pertandingan. “Waktu tujuh bulan saya kira sudah bisa mempersiapkan mereka, baik mental maupun fisik, dan siap untuk menjadi pemenang,” ujarnya.
Hadi juga mengingatkan para karateka Indonesia untuk menjaga kepercayaan diri ketika menghadapi tekanan lawan di atas tatami. “Tetap semangat, tetap kompak. Tentunya harus punya rasa confident yang tinggi untuk menghadapi lawan dalam pertandingan. Kita tidak boleh lemah, mental kita tidak boleh jatuh karena kita digertak di atas tatami,” pungkas Hadi.
Karate pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-23 September di Toyohashi City General Gymnasium, Jepang. yes
























