Dandim 1611/Badung Jamin Kawal Sosialisasi Pilkada ke Asrama TNI

  • Whatsapp
DANDIM 1611/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, bersama Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, saat audiensi ke Kodim 1611/Badung, Jumat (3/7) lalu. Foto: gus hendra
DANDIM 1611/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, bersama Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, saat audiensi ke Kodim 1611/Badung, Jumat (3/7) lalu. Foto: gus hendra

DENPASAR – Memiliki hak pilih dalam Pilkada 2020, anggota keluarga prajurit TNI menjadi salah satu entitas yang hendak disasar KPU Denpasar untuk sosialisasi. Untuk keperluan itu, Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. Made Alit Yudana, siap mengawal proses sosialisasi KPU ke asrama TNI di wilayahnya. Jaminan diutarakan saat menerima audiensi Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, Jumat (3/7/2020).

“Saya siap membantu sosialisasi pemilu dengan KPU. Memilih itu kan gratis, masa memilih saja tidak mau?” sebut perwira humoris itu didampingi tiga perwira stafnya. Untuk diketahui, wilayah teroritial Kodim 1611/Badung yakni Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Bacaan Lainnya

Menurut Dandim, mempertahankan animo masyarakat menggunakan hak memilihnya merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk TNI. Namun, yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat dan penyelenggara pemilu. Dia menilai target partisipasi masyarakat itu bisa terwujud jika ada sinergitas nyata di antara KPU bersama pengampu kepentingan lainnya.  

“Saya siap tanggung jawab target partisipasi pemilih itu, dengan syarat antara kita ada sinergitas. Kita harus rajin turun bersama-sama ke amsyarakat, jangan KPU turun sendiri, Dandim turun sendiri, polisi turun sendiri. Jangan begitu,” ajak alumnus Akmil 1996 tersebut.

Baca juga :  Tergerus Hujan, Kerusakan Jalan di Susut makin Parah

Arsajaya mengutarakan, sebagian calon pemilih ada di tangsi militer. Pada Pemilu 2019, sebutnya, KPU Denpasar menggandeng Polri dan TNI untuk dapat merambah sosialisasi ke asrama dan instansi. “Tapi kami tidak mengajak memilih calon tertentu lho ya, kami mengajak menyukseskan pilkada karena berbeda pilihan itu hal wajar,” tuturnya.

Selama ini, sambungnya, aparat babinsa dari TNI AD selalu sinergi dengan jajaran KPU di bawah yakni PPS. Arsajaya sepakat dengan Dandim bahwa semua masalah dapat selesai dengan kerjasama intensif. Dia juga mengabarkan pola baru coklit oleh PPDP saat ini dengan memakai alat pelindung diri (APD) sebagai bagian implementasi protokol kesehatan. Selain itu, imbuhnya, juga sebagai upaya biasakan masyarakat juga agar ikut memakai APD seperti itu. 

“Kami berharap Pak Dandim membantu pengamanan dan sosialisasi ke masyarakat untuk mengubah pola pikir masyarakat saat coklit nanti,” harapnya.

Tak sekadar berjanji, Dandim malah “menantang” agar aparat teritorialnya diberdayakan oleh KPU untuk menyukseskan Pilkada 2020. “Silakan pakai anggota saya, tidak usah lapor-lapor lagi, karena kami sudah ada dana pengamanannya. Lapor ke saya itu kalau ada anggota saya tidak mau kerja,” tandasnya tersenyum disambut tawa Arsajaya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.