Curi Kayu Pait di Kawasan TNBB, Dua Pelaku Ditangkap dan Dua Buron

  • Whatsapp
KEDUA pelaku pembalakan liar di kawasan hutan TNBB yang berhasil ditangkap polisi, akhir tahun 2020 lalu. foto: rik

BULELENG – Satreskrim Polres Buleleng berhasil membekuk 2 orang pelaku illegallogging (pembalakan liar) dari total 4 pelaku yang beraksi di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Dua orang pelaku berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dari tangan para pelaku diamankan barang bukti berupa puluhan batang kayu jenis pait.

Bacaan Lainnya

Pengungkapan kasus pembalakan liar yang terjadi 29 Desember 2020 lalu ini berawal dari adanya petugas TNBB sedang melakukan patroli di kawasan hutan yang ada di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Kawasan hutan itu merupakan wilayah TNBB zona rimba.

Saat patroli, petugas TNBB melihat ada beberapa orang sedang melakukan penebangan pohon kayu pait yang tumbuh di kawasan hutan tersebut. Petugas TNBB pun langsung berkoordinasi dengan Polsek Gerokgak untuk melakukan penangkapan.

Saat akan ditangkap, petugas dan anggota polisi hanya berhasil mengamankan 2 orang pelaku. Mereka yang merupakan warga Kabupaten Banyuwangi, Jatim ini adalah Tohari (60) selaku penebang pohon dan Irfan Purnama bertugas menjemput menggunakan perahu. Heri dan Atnan, yang juga warga Banyuwangi, berhasil melarikan diri ke dalam hutan dan hingga kini masih DPO.

“Pelaku memasuki wilayah TNBB mencari kayu jenis kayu pait dengan cara menebang lalu mengangkutnya menggunakan perahu. Mereka masuk ke hutan TNBB menggunakan perahu, kemudian baliknya juga memakai perahu,” kata Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, seizin Kapolres Buleleng, Rabu (20/1/2021).

Baca juga :  Buka Lomba Layang-layang, Arya Wibawa Apresiasi Ide Kreatif Anak Muda Kota Denpasar

Terhadap kedua pelaku yang kini masih buron alias DPO, menurut AKP Vicky, pihaknya sejauh ini masih berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di Banyuwangi untuk segera bisa menangkap kedua buronan itu. “Keterangan dari orang yang kami tangkap, ini baru pertama kali (menebang pohon). Yang DPO itu sudah lebih dari satu kali,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari penangkapan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 buah gergaji tangan, 1 unit mesin temple 13 PK, 1 buah kemudi perahu, 1 buah dayung, 2 buah jirigen, 78 batang kayu pait panjang 2 meter dengan diameter keliling 10 Cm sampai 20 Cm, dan 1 unit perahu.

“Rencananya, kayu ini akan dibawa ke Banyuwangi untuk dijual. Karena kayu ini memang ada nilai jual, selain bermanfaat juga untuk kesehatan,” jelas AKP Vicky.

Kepala TNBB, Agus Ngurah Krisna Kepakisan, menegaskan, perbuatan para pelaku pembalakan liar di kawasan hutan TNBB sudah jelas melanggar aturan. Sebab kawasan hutan TNBB diperuntukan untuk pengetahuan, penelitian, dan wisata alam. ‘’Kami harap agar masyarakat ikut menjaga kawasan hutan untuk konservasi alam,’’ ujarnya.

Salah seorang pelaku, Tohari, mengaku sudah dua kali melakukan pembalakan liar di kawasan hutan TNBB. Itupun ia lakukan atas ajakan temannya yang kini menjadi buronan. ‘’Saya tugas nebang pohon, teman saya (Irfan Purnama) menjemput. Mau dijual, itu kiloan. Per kilo Rp3 ribu. Uang hasil penjualan pakai kehidupan sehari-hari,’’ terangnya.

Baca juga :  Beraksi di 17 TKP, Pencuri Motor Diciduk

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 40 ayat (1) atau ayat (2) UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE), dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.