Curanmor, Putu Erik Dibekuk Polisi Sehari Usai Beraksi

  • Whatsapp
JAJARAN Polsek Banjar ketika menunjukkan tersangka curanmor Putu Erik (pakai baju tahanan) dan barang bukti yang diamankan. Foto: ist

BULELENG – Jajaran Polsek Banjar menciduk Putu Erik Mahardika alias Putu Erik (31) warga Banjar Dinas Taman, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Erik ditangkap lantaran melakukan pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Desa Munduk, Kecamatan Banjar, belum lama ini.

Pengungkapan kasus curanmor ini berawal dari adanya laporan korban Nyoman Ana (26) warga Dusun Beji, Desa Munduk, ke Mapolsek Banjar pada Jumat (3/12/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam laporannya, Ana kehilangan satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 dengan nopol DK 1342 UM yang diparkir dirumahnya. Jajaran Unit Reskrim Polsek Banjar lalu melakukan penyelidikan dengan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi.

Dari hasil penyelidikan, pelakunya mengarah kepada seseorang bernama Putu Erik. Selanjutnya Putu Erik berhasil diamankan polisi pada Sabtu (4/12/2021).

Saat diinterogasi, Putu Erik mengakui perbuatannya telah mencuri motor Supra X 125 nopol DK 1342 UM. Atas pengakuannya itu, tersangka langsung dibawa ke Mapolsek Banjar untuk dapat menjalani pemeriksaan polisi.

Kapolsek Banjar, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, seizin Kapolres Buleleng,mengatakan, tersangka Putu Erik sempat menawarkan motor hasil curiannya tersebut melalui media online, tapi tersangka sempat mengelak.

“Tersangka sempat berkelit. Namun berbekal alat bukti yang ada akhirnya dia mengakui perbuatannya, dan juga mengatakan bahwa motor Supra yang dicuri itu disembunyikan di kebun warga di Asah Gobleg,” kata Kompol Gusti Sudarsana, Minggu (5/12/2021).

Baca juga :  Bantuan Sembako Pemkab Gianyar Didistribusikan

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban Ana dan satu unit HP merk Samsung yang dibeli oleh tersangka menggunakan uang hasil penjualan motor curian.

Dari hasil interogasi, terungkap bahwa selain melakukan aksinya di TKP, tersangka Putu Erik juga pernah melakukan aksi yang sama di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, beberapa waktu yang lalu.

Hanya saja, barang hasil curian di lokasi Desa Gobleg sudah dijual tersangka melalui online kepada seseorang yang tidak dikenalnya di Denpasar.

‘’Uang hasil penjualan motor hasil curian di Desa Gobleg dipakai pelaku untuk kebutuhan hidup sehari-harinya dan membeli handphone, tapi semua masih kami dalami lagi,’’ pungkas Kompol Gusti Sudarsana yang baru beberapa hari menjabat Kapolsek Banjar.

Atas perbuatannya, tersangka Putu Erik Mahardika terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. Akibatnya, tersangka kini harus mendekam dibalik jeruji besi. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.