Cucu Raja Karangasem Dikukuhkan Jadi Kelian Desa Adat Karangasem

CUCU terakhir Raja Karangasem, Anak Agung Made Kosalia, akan dikukuhkan sebagai Kelian Desa Adat Karangasem. Foto: ist
CUCU terakhir Raja Karangasem, Anak Agung Made Kosalia, akan dikukuhkan sebagai Kelian Desa Adat Karangasem. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Pengukuhan dan upacara ritual mejaya-jaya Kelian Desa Adat (KDA) Karangasem periode 2025–2030 akan dilaksanakan pada Senin (2/2/2026). Upacara yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kawulu ini bertempat di Pura Puseh/Bale Agung Desa Adat Karangasem, Amlapura.

Tokoh Puri Karangasem, Anak Agung Made Kosalia, yang merupakan cucu terakhir Raja Karangasem, Ida Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem, akan dikukuhkan sebagai Kelian Desa Adat Karangasem bersama prajuru lainnya. Kosalia menyampaikan, Desa Adat Karangasem dibangun oleh Ida Anak Agung Kalih, yakni Anak Agung Gede Putu dan Anak Agung Gede Oka pada tahun 1849.

Bacaan Lainnya

“Dengan pengukuhan ini, sejarah kepemimpinan Desa Adat Karangasem pada era kerajaan tahun 1849 dinilai akan kembali terulang,” ujarnya di sela-sela persiapan upacara, Sabtu (30/1/2026).

Upacara mejaya-jaya akan di-puput dua sulinggih Ciwa-Budha, yaitu Ida Pedanda Gede Putra Tamu dan Ida Pedanda Gede Swabawa Karang Adnyana. Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Susila, menjelaskan, pengukuhan dilakukan oleh Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Karangasem, I Komang Sujana.

Sebanyak 17 prajuru akan dikukuhkan. Beberapa petajuh lama tetap menjabat, di antaranya Cokorda Alit Surya Prabawa (Petajuh Parahyangan), I Wayan Supandi (Petajuh Palemahan), dan I Komang Jawi (Petajuh Pawongan). Penyarikan dijabat oleh I Ketut Jenek Aryanta dan I Wayan Sekerta, sementara Petengen dipegang oleh Ida Wayan Cakra Wedha Kusuma dan Anak Agung Made Karang.

Baga Parahyangan diisi oleh Jero Mangku Gede Wastika Sutadewa, Ida Bagus Nyoman Gopala Narayana, dan I Ketut Putra Sentana. Baga Pawongan oleh I Komang Budiasna, I Made Putu Juniada, dan I Ketut Pasek Jaya Semara. Sedangkan Baga Palemahan oleh I Made Arnawa, I Wayan Putu Ardana, dan I Wayan Putu Yasa.

Rangkaian acara diawali mejaya-jaya, pembacaan SK MDA Provinsi Bali, penyematan PIN, hingga penandatanganan pakta integritas. Anak Agung Made Kosalia terpilih melalui musyawarah mufakat dari 35 banjar, menggantikan I Gusti Ngurah Surya Y Anom (PAW), yang sebelumnya menggantikan I Wayan Bagiartha karena alasan kesehatan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses